Berkhayal

Sudah larut malam sebenarnya sekarang. Tapi mataku tak kunjung mau dipicingkan.
Teringat beberapa hal di masa lalu membuatku ingin menuliskan ini. Darimana harus kumulai aku bingung. Aku hanya berkhayal ada orang asing datang ke rumahku pada malam hari dan menginap. Tentunya yang kukhayalkan adalah seorang ‘namja’. Yang mengaku bahwa orang tuanya adalah teman lama dari kedua orang tua ku atau kakek neneknya adalah teman lama kakek nenekku atau famili jauh yang sudah lama tidak bertemu dan tinggalya sangat jauh.
Tinggal selama semingguan. Ramah dan mudah bergaul terutama kepada teman-temanku cepat diterima. Matanya sipit, putih, tinggi antara 177 – 180 cm, seagama pastinya. Hmmmm,,,kurasa aku sedang menuliskan kriteria pria idamanku ya,,. Bukan begitu maksudku, aku hanya berkhayal, seandainya ini terjadi, kan begitu.
Kemudian dia mengisi hari-hariku dan membuatku merasa kehilangan dengan sangat karena dia cuma seminggu. Seperti yang kutulis sebelumnya. Terlebih lagi ketika dia mau pulang ke kampung halamannya dia mengucapkan “jangan tersenyum pada orang lain dengan ekspresi seperti itu, jangan menangis di depan orang lain apalagi itu adalah pria, tunggu abang 6 bulan lagi, dan jangan menelepon atau pun sms untuk sementara. Mengerti !” dan semua kata-katanya membuatku mengangguk tanpa tau arti dan maksudnya.
Setelah penantian yang panjang aku dilamar untuk dijadikan istrinya. Hm,,,manisnya khayalanku. Fiuhhh…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s