Besama Kelompok Tani Melati

Tepat pada tanggal 1 Juli 2015 aku bekerja sebagai asisten penyuluh untuk wilayah Labuhan Batu, tepatnya di desa Nahodaris. Parahnya, aku lahir dan besar di kampung ini tidak pernah tahu adanya desa itu. keterlaluan bukan, mendengarnya pun sebelumnya belum pernah.
Sebelumnya aku mau bilang bahwa aku tidak punya pengalaman sama sekali bagaimana cara kerja penyuluh pertanian secara nyata walau pun aku lulusan dari Fakultas Pertanian. Cukup ribet awalnya, karena dari tanggal 1 sampai tanggal 6 kemarin wilayah ku belum tetap alias mereba. Tidak ada yang bisa kuhubungi, teman sekampung pun mendadak sombong. Entah apa salah diri ini Tuhan…begitulah aku mengeluh sedikit. Baru tanggal 7 semalam aku jumpa PPL dan ketua poktan tempatku ditugaskan.
Sebenarnya aku grogi dan ketakutan. Trauma bimbingan skripsi beberapa bulan yang lalu masih membekas di ingatanku. Bagaimana kalau mereka sangar? Bagaimana kalau mereka tidak mau membantuku? Bagaimana kalau? Kalau? Dan kalau? Sebegitu parahnya efek dari bimbingan skripsi sama dosen pembimbing dan dosen penguji. Bahkan aku sempat berfikir “bagaimana kalau aku pulang saja dan tidur”. Aku berniat memutar balik seepeda motorku untuk pulang ke rumah. Apakah aku sudah menyebutkan kalau waktu mau bimbingan skripsi dulu aku punya pepatah sendiri “sekali mau melangkah maju, rasanya sepuluh kali mau mundur”?. Ya, begitulah perasaanku kemarin.
Jarak yang ku tempuh dari rumah ke lokasi adalah 25 km. Anda bayangkan sendiri saya cewek yang belum genap 24 tahun naik sepeda motor sendirian menempuh jarak segitu jauh, dan jalan yang ditempuh adalah jalan kebun, no aspal. Belum lagi kondisi sedang puasa, debu masya Allah,,, terik matahari lagi. Tapi begitu sampai di lahan/ lapangan semua seolah-olah terbayar dengan pemandangan bentangan langit cerah yang luas banget, angin sepoi-sepoi sampai kerudung berkibar-kibar. Hahaha…
Beberapa kali bolak-balik rumah-lapangan membuat kulitku yang udah gelap kian menjadi bertambah gelap. Aku sempat mengambil beberapa foto bersama para mereka. Untuk pertama kalinya aku diantar oleh ayahku, kemudian kedua kalinya tepatnya tanggal 7 kemarin aku diantar oleh adikku.
Semoga program ini berlanjut, aku senang semua senang. Berikut foto-foto yang aku sebutkan sebelumnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s