Warrior Baek Dong Soo

Sinopsis ini aku buat berdasarkan bagian ter-inti dari drama yang telah aku tonton. OK!
Bererita tentang jagoan pedang pada zaman juseon yang bernama Baek Dong Soo dengan 2 orang sahabatnya. Ia dengan dua orang sahabat dekatnya Yeo Woon dan Cho Rip belajar beladiri di camp prajurit sejak kecil. Dong Soo yang yatim piatu sejak bayi diselamatkan ahli pedang sebelumnya yang bernama Gwang Taek dan dibesarkan oleh paman samo. Bagaimana bisa??? Slakan nonton dramanya 😉
Dong Soo sejak kecil sangat dimanja dan dilindungi oleh Sa Mo. Sakin kwatirnya ia sampai melindungi Dong Soo dengan cara memakaikan baju kayu keseluruh tubuhnya. Jangankan mau bermain dengan temannya, makan pun ia harus disuapi karena bajunya itu, ia juga tidak mempunyai satu orang pun kawan. Dong Soo selalu berusaha untuk mempunyai kawan sampai-sampai harus meloncat dari bukit pun dilakukannya suapaya ia mempunyai teman. Satu hal yang sangat istimewa yang membanggakan dari Baek Dong Soo kecil adalah ia menyelamatkan putra mahkota dari pembunuhan berencana. Hayo…penasaran kan…?
Berbeda halnya dengan Yeo Woon (ketika dewasa dipanggil “guru Chun”). Yeo Woon sering mendapatkan perlakuan buruk dari ayahnya yang sangat kejam. Ketika masih bayi ia hendak dibunuh oelh ayahnya sendiri di depan ibunya, tetapi malah ibunya yang dibunuh dan Yeo Woon tetap hidup. Yeo Woon adalah pria dengan wajah yang sangat cantik dan feminim. Yeo Woon juga tidak mempunyai teman sehingga ia sering sendirian. Teman sebayanya sering mengejeknya “anak pembunuh”. Hingga pada suatu hari ayahnya melihat bahwa ia sedang latihan pedang sendirian. Ayahnya marah-marah dan memukul kepala Yeo Woon dengan sangat keras. Yeo Woon lari ke hutan dan melewati teman-teman sebayanya yang sedang bermain. Tanpa alasan mereka meledek Yeo Woon sehingga Yeo Woon menghajar mereka dan yang satu orang yang paling berandal menjadi terkapar di tanah karena serangan dari Yeo Woon. Kemudian pada saat itu datang ketua kelompok “Ninja Hitam” dan menyambut Yeo Woonyang masih syock atas ulahnya barusan. Dengan satu kata ketua ninja hitam itu berhasil mempengaruhi Yeo Woon yang masih remaja. Memangnya apa yang dibisikknya ya… ayo nonton dong…:)
Pada malamnya hujan deras Yeo Woon kembali ke desanya ditemani ketua ninja hitam itu. tampak ayahnya sedang mabuk. Ninja hitam membisikkan sesuatu kepada Yeo Woon dan bersegera menghampiri ayahnya. Ayahnya masih mabuk dan Yeo Woon mengarahkan pisau ke perut ayahnya, Yeo Woon tidak membunuh ayahnya melainkan ayahnya sendiri yang menusukkan pisau itu ke perutnya dengan berkata “aku yang pertama dan yang terakhir…”. ayahnya sebenarnya sangat menyayanginya hanya saja tidak tahu harus berbuat bagaimana karena ia adalah pembunuh bayaran dan menyeyangkan Yeo Woon lahir dari orang sepertinya. Sejak saat itu ia menjadi bagian dari anggota ninja hitam. Aku paling suka dengan Yeo Woon, mungkin karena pemerannya adalah Yoo Seung Ho. ❤
Selang beberapa lama Yeo Woon tingga di rumah Sa Mo dan berteman dengan Dong Soo. Tanpa ada yang mengetahui bahwa Yeo Woon adalah anggota ninja hitam. Hingga mereka dikirim Sa Mo ke camp prajurituntuk berlatih seni bela diri dan di camp itulah mereka bertemu dengan Cho Rip. Cho Rip yang lamban, apa-apa serba lambat hampir-hampir mau dikeluarkan darii camp. Tujuan Cho Rip ikut pelatihan adalah untuk menjadi cendekiawan. Apa hhubungannya….? aku tidak mengerti. Yang pastinya Cho Rip menjadi hal yang sering membebani Dong Soo walau pun Cho Rip tidak meminta. Cho Rip satu-satunya yang memakai kacamata di camp itu. dan Yeo Woon sering heran melihat Dong Soo yang selalu membantu Cho Rip.
Mereka bertiga mempunyai jalan masing-masing ketika dewasa. Dong soo… maaf saya tidak terlalu tertarik dengan kisahnya hingga ia menjadi jendral kalau tidak salah lihat dari kostumnya. Setahu ku ia adalah jagoan pedang yang selalu mencari keberadaan Yeo Woon untuk menjalani kembali kehidupan normanl. Yeo Woon menjadi ketua ninja hitam atas titah kepala ninja hitam sebelumnya. Dan Cho Rip menjadi cendekiawan sebagaimana yang dicita-citakannya.
Dalam perjalanan hidup, mereka dipertemukan dalam kondisi yang berbeda-beda. Mereka dipertemukan dalam berbagai masalah yang melibatkan hati nurani masing-masing termasuk masalah percintaan. Mengharukan….
Demikian juga halnya dengan Yeo Woonyang berhati dingin. Aku menganggap Yeo Woon tidak murni ninja hitam, ia ninja galau yang selalu memperturutkan fikirannya yang menganggap dirinya terlahir sebagai pembunuh. Hal itu tidak benar menurutku, tetapi begitulah kondisi kejiwaannya yang galau.
Yeo Woon sering membantu Dong Soo dengan caranya sendiri dan dalam tiap kesempatan bahkan pada saat ada yang hendak membunuh Dong Soo. Namun, ia tetap dengan pakaian hitamnya. Hingga akhir hayatnya di tangan Dong Soo adalah permintaannya. Dong Soo telah memberi kesempatan berkali-kali tapi keinginan Yeo Woon tidak terbantah lagi.
Bagian ending ini yang paling menyakitkan dan menyayat hati. Bagaiman tidak, ia beruha menanggung perbuatan anggitanya dan berakhir tragis. Dan…dan…ia berterimakasih kepada Dong Soo. Oh God ! Sayangku Yeo Woon… 😉
Drama ini juga mengandung unsur percintaan, tetapi terlalu panjang dan rumit untuk dituuliskan. Ada beberapa bagian yang tidak ku mengerti, juga ada beberapa tokoh yang aku tidak tertarik sama sekali mungkin karena kedudukan peran mereka tidak terlalu kuat tapi nyemak-nyemak aja.
I love this drama. Terlebih lagi karena ada Yoo Seung Ho. Love him… 🙂
Pemeran Dong Soo nya juga keren, cakaplah pokoknya. Sesuai peran sama orangnya. Silakan tonton sendiri.

I WANNA BE WITH YOU

Hujan turun dengan derasnya, diiringi dengan keadaan yang gelap malam ini karena pemadaman listrik. Di saat seperti ini aku menjadi lebih banyak memikirkanmu, wajahmu, dan sesekali aku mencoba mengingat-ingat suaramu.
Aku mengambil posisiku sendiri, mengasingkan diri di kamar agar tidak ada yang tahu apa yang sedang aku pikirkan, walau pun itu hanya teringat denganmu. Aku menulis diary ku, tiap halamannya selalu ada namamu. Terkadang aku menulis cerita dengan imajinasiku sendiri dan tokohnya aku buat namamu.
Sebenarnya itu adalah angan-angan ku sehingga aku menggunakan namamu. Sesaat aku ingin berada di sampingmu, memelukku dari belakang dan meletakkan dagumu di bahuku. Aku mengimpikan bersama denganmu, menatapmu walau pun itu hanya belakangmu. Aku mengimpikan kebersamaan denganmu, bercakap-cakap tek penting denganmu walau hanya sekadarnya.
Melihatmu tersenyum, ketika engkau memanggil namaku, memimpikan kita jalan-jalan dan hal lain tentangmu. Aku memimpikan semua itu. inikah yang disebut dengan “cinta dalam diamm”.
Dengan jemariku aku terus memainkan namamu dengan imajinasiku di buku harianku yang usang. Bersamamu adalah impian terbesarku juga. Aku juga memimpikan adanya pertengkaran kecil denganmu, karena menurutku itu akan menjadikan hubungan kita semakin dekat. Mengelus belakangmu dan bersandar padanya.
Ah. Aku rasa ini sudah terlalu jauh. Nyatanya sekarang kita hampir tidak pernah tegur sapa, apalagi saling tatap. Ini jauh dari kenyataan dari yang aku impikan. Engkau sangat jauh. Jauh di sana. Bagaimana mungkin engkau tahu aku yang di sini.
Sudah berlembar-lembar namamu ada di setiap karya ku. Maafkan aku. Aku hanya ingin bersama denganmu.

Reunian

Sudah lima tahun berlalu aku bukan mahasiswa lagi dan sekarang aku adalah seorang karyawan bank swasta. Tetapi itu tidak penting. Aku baru saja menerima sebuah undangan dari laman sosmed ku. Undangan Reunian.
Oh God….
Sungguh aku merinndukan kampusku. Dalam sekejap aku teringat wajah teman-temanku dan beberapa nama melintas di fikiranku. Weni, ika, siti, bebby, wendy, ahmad. Oh ya si Ahmad, orang yang namanya selalu terpaut dalam do’aku. Terakhir yang kutahu dia masih sendiri. Ada seberkas cahaya harapan untuk… kamu pasti tahu maksudku kan… 
Acaranya seminggu lagi tepat di hari ulang tahunku. Itu adalah hari yang spesial untukku. Aku sudah mewanti-wanti apa saja yang perlu aku bawa, tak lupa oleh-oleh untuk sahabat-sahabatku tersayang. Mereka pasti membawa keluarga masing-masing, gumamku.
Perjalanan yang jauh sudah ku lalui dan aku sudah tiba di Medan. Ku rahasiakan kedatanganku agar surprise buat sahabat-sahabatku.
Teng !! hari H !
Aku datang agak lama dari yang lainnya. Mataku langsung tertuju pada teman-teman karibku, sangat mudah mengenali mereka karena mereka pasti berkumbul dengan sesama saja. Kami berpelukan, agak sedikit menjerit, terharu dan sampe menangis, itulah yang terjadi.
Sepertu dugaanku, beberapa diantara mereka sudah ada yang berkeluarga bahkan membawa junior-junior mereka. Aku merasa seperti menonton film, lha iya,,,aku sering menyaksikan hal seperti ini di film-film.
Terutama wenni dan bebby yang tidak pernah lupa bahwa aku berulang tahun hari ini, mereka masih saja mempermasalahkan keberadaan pasanganku. Aku hanya tersenyum menanggapi omongan mereka yang terus memaksa minta dikenalkan. Apa yang mau aku kenalkan karena aku memang tidak punya pasangan. Itulah kenyataannya.
Tep ! aku terkejut ketika seseorang menepuk bahuku dari samping. Masya Allah…Ahmad. aku beramah-tamah padanya, kutunjukkan rasa rinduku sebagai teman padanya walau pun aku dan Ahmad bukan teman dekat. Bisa dibilang Cuma teman satu kelas saja. Tanpa ku sadari ternyata teman-temanku menjauhi kami mencari meja masing-masing. Maklum mereka membawa keluarga. Dan meninggalkanku dengan Ahmad berdua saja di salah satu meja. Gugupnya minta ampun, sampai-sampai aku merasa terlalu banyak senyum. Aku harap ahmad tidak menyedari kegugupanku. Aku sadar itu.
Tetapi bagaimana pun aku berusaha menghilangkannya dengan menanyai kabarnya, apa kegiatannya sekarang. Semoga dia tidak tahu kalau aku sangat gugup. Tapi sepertinya dia santai saja, tidak terlalu memperhatikan ku, itu berarti dia tidak tahu betapa gugupnya aku di depannya. Buktinya dia menanyai ku balik dengan hal yang sama. Itu adalah awal yang bagus bukan !
Panjang lebar kami bercerita tentang masing-masing kesibukan saat ini, acara pun dimulai. Alunan musi khas batak turut memeriahkan pesta reunian ini. Tidak hanya itu, kegiatan amal juga kami lakukan untuk membantu para junior yang kurang mampu.
Selang beberapa lama, acaara makan pun diulai.
Ahmad menanyakan hal yang membuatku bungkam seribu bahasa. Dia bilang dia inngin menikah tetapi dia menanyakan apakah aku sudah ada pasangan atau belum.
Aku jawab dengan jujur bahwa aku masih sendiri. Aku gugup bukan main. Ahmad menatap mataku sangat dalam sehingga aku tertunduk, Ahmad tertawa kecil sambil kembali mengunyah makanannya. Selesai makan dia meminta hp ku, ternyata dia memasukkan nomornya disitu. Setelah itu dia meninggalkan ku sendirian beigtu saja. Oh God,,,apa ini….???

Dalam hati aku terus berharap agar do’aku diijabah, tetapi dilain hal aku minder. Mungkin hanya aku yang ke GR an. Pikirku. Apakah dia tahu bahwa selama ini aku telah jatuh cinta padanya. Jika dia tahu maka betapa malunya aku dan betapa sakitnya memndam cinta yang bertepuk sebelah ini.
Hari-hari aku gelisah. Bayangan kegembiraan reunian hilang dengan begitu cepat dikalahkan oleh tekanan perasaan ini. Tapi dilain hal aku masih mengharapkannya, setidaknya Ahmad menyapaku lewat sosmed. Itu saja.
……
Empat bulan sudah berlalu. Tetapi aku masih mengharapkannya. Ku tatap layar hp ku mana tahu ada sms atau telpon atau apalah itu dari Ahmad, pikirku. Walau hanya sekedar ucapan “happy new year”. NIHIL !!! sudah lewat jam satu malam dini hari.
……
Tringggg…tringgg… happy valentine
Alarm hpku berbunyi, itu berarti sudah satu bulan berlalu dari tahun baru kemaren. Dan…sms dari Ahmad. Ku buka dengan semangat penasaran 45. Ahmad bilang dia akan datanng ke kampungku besok. Mau ngapain dia?? Aku balas smsnya tapi tak dijawabnya. Kemudian aku sms lagi bahwa besok adikku yang akan menjemputnya pake mobil dan Ahmad Cuma menjawab “iya”.
Tidak kusangka ternyata bukan hanya Ahmad yang datang, ada juga ayah dan kedua abangnya dan yang satu orang lagi sepupunya. Ini di luar dugaan. Ku pikir dia Cuma ingin liburan saja. Begitu pikirku.
Setelah selasai makan malam, Ahmad mengajakku ke teras sebentar dan menanyakan apakah aku sudah menikah. Aku jawab sekenanya bahwa aku belum menikah dan Ahmad meninggalkanku lagi untuk kedua kalinya setelah kejadian waktu reunian kemarin. Ahmad meninggalkanku begitu saja setelah mendengar jawaban dari muluku.
Apa maksudnya bersikap seperti itu, batinku mau menangis. Orang yang kusukai datang dan pergi begitu saja setelah mendengar hal yang pasti diketahuinya. Aku bingung dengannya dan duduk saja. Tidak ingin masuk untuk melihatnya.
Kemudian abangnya yang paling tua memanggilku masuk. Aku heran ada apa gerangan, pake senyum sangat lebar segala.
“ada apa bang?” aku bertanya keheranan. “udah,,masuk dulu. Nanti juga kamu tahu adikku…” katanya manis.
Semua orang yang ada di rumah sudah berkumpul, duduk melingkar di atas tikar. Semua hening…dan
Aku tidak tahu harus berbuat bagaiman, aku hanya mengangguk. Do’a ku Ya Allah…
Ayahnya Ahmad melamarku untuk dijadikan istri Ahmad. Ahmad juga menanyakan hal yang sama. “maukah engkau menikah denganku?”
Semuanya mengucap syukur ketika aku hanya mengangguk. Malam itu aku tidak terlau pulas tidur. Kajadian habis adzan isya itu masih terbayang jelas diingatanku bak film yang aku putar berulang kali, dan untuk pertama kalinya Ahmad mengirimiku fotonya yang ada tulisan I LOVE U Emi.