Reunian

Sudah lima tahun berlalu aku bukan mahasiswa lagi dan sekarang aku adalah seorang karyawan bank swasta. Tetapi itu tidak penting. Aku baru saja menerima sebuah undangan dari laman sosmed ku. Undangan Reunian.
Oh God….
Sungguh aku merinndukan kampusku. Dalam sekejap aku teringat wajah teman-temanku dan beberapa nama melintas di fikiranku. Weni, ika, siti, bebby, wendy, ahmad. Oh ya si Ahmad, orang yang namanya selalu terpaut dalam do’aku. Terakhir yang kutahu dia masih sendiri. Ada seberkas cahaya harapan untuk… kamu pasti tahu maksudku kan… 
Acaranya seminggu lagi tepat di hari ulang tahunku. Itu adalah hari yang spesial untukku. Aku sudah mewanti-wanti apa saja yang perlu aku bawa, tak lupa oleh-oleh untuk sahabat-sahabatku tersayang. Mereka pasti membawa keluarga masing-masing, gumamku.
Perjalanan yang jauh sudah ku lalui dan aku sudah tiba di Medan. Ku rahasiakan kedatanganku agar surprise buat sahabat-sahabatku.
Teng !! hari H !
Aku datang agak lama dari yang lainnya. Mataku langsung tertuju pada teman-teman karibku, sangat mudah mengenali mereka karena mereka pasti berkumbul dengan sesama saja. Kami berpelukan, agak sedikit menjerit, terharu dan sampe menangis, itulah yang terjadi.
Sepertu dugaanku, beberapa diantara mereka sudah ada yang berkeluarga bahkan membawa junior-junior mereka. Aku merasa seperti menonton film, lha iya,,,aku sering menyaksikan hal seperti ini di film-film.
Terutama wenni dan bebby yang tidak pernah lupa bahwa aku berulang tahun hari ini, mereka masih saja mempermasalahkan keberadaan pasanganku. Aku hanya tersenyum menanggapi omongan mereka yang terus memaksa minta dikenalkan. Apa yang mau aku kenalkan karena aku memang tidak punya pasangan. Itulah kenyataannya.
Tep ! aku terkejut ketika seseorang menepuk bahuku dari samping. Masya Allah…Ahmad. aku beramah-tamah padanya, kutunjukkan rasa rinduku sebagai teman padanya walau pun aku dan Ahmad bukan teman dekat. Bisa dibilang Cuma teman satu kelas saja. Tanpa ku sadari ternyata teman-temanku menjauhi kami mencari meja masing-masing. Maklum mereka membawa keluarga. Dan meninggalkanku dengan Ahmad berdua saja di salah satu meja. Gugupnya minta ampun, sampai-sampai aku merasa terlalu banyak senyum. Aku harap ahmad tidak menyedari kegugupanku. Aku sadar itu.
Tetapi bagaimana pun aku berusaha menghilangkannya dengan menanyai kabarnya, apa kegiatannya sekarang. Semoga dia tidak tahu kalau aku sangat gugup. Tapi sepertinya dia santai saja, tidak terlalu memperhatikan ku, itu berarti dia tidak tahu betapa gugupnya aku di depannya. Buktinya dia menanyai ku balik dengan hal yang sama. Itu adalah awal yang bagus bukan !
Panjang lebar kami bercerita tentang masing-masing kesibukan saat ini, acara pun dimulai. Alunan musi khas batak turut memeriahkan pesta reunian ini. Tidak hanya itu, kegiatan amal juga kami lakukan untuk membantu para junior yang kurang mampu.
Selang beberapa lama, acaara makan pun diulai.
Ahmad menanyakan hal yang membuatku bungkam seribu bahasa. Dia bilang dia inngin menikah tetapi dia menanyakan apakah aku sudah ada pasangan atau belum.
Aku jawab dengan jujur bahwa aku masih sendiri. Aku gugup bukan main. Ahmad menatap mataku sangat dalam sehingga aku tertunduk, Ahmad tertawa kecil sambil kembali mengunyah makanannya. Selesai makan dia meminta hp ku, ternyata dia memasukkan nomornya disitu. Setelah itu dia meninggalkan ku sendirian beigtu saja. Oh God,,,apa ini….???

Dalam hati aku terus berharap agar do’aku diijabah, tetapi dilain hal aku minder. Mungkin hanya aku yang ke GR an. Pikirku. Apakah dia tahu bahwa selama ini aku telah jatuh cinta padanya. Jika dia tahu maka betapa malunya aku dan betapa sakitnya memndam cinta yang bertepuk sebelah ini.
Hari-hari aku gelisah. Bayangan kegembiraan reunian hilang dengan begitu cepat dikalahkan oleh tekanan perasaan ini. Tapi dilain hal aku masih mengharapkannya, setidaknya Ahmad menyapaku lewat sosmed. Itu saja.
……
Empat bulan sudah berlalu. Tetapi aku masih mengharapkannya. Ku tatap layar hp ku mana tahu ada sms atau telpon atau apalah itu dari Ahmad, pikirku. Walau hanya sekedar ucapan “happy new year”. NIHIL !!! sudah lewat jam satu malam dini hari.
……
Tringggg…tringgg… happy valentine
Alarm hpku berbunyi, itu berarti sudah satu bulan berlalu dari tahun baru kemaren. Dan…sms dari Ahmad. Ku buka dengan semangat penasaran 45. Ahmad bilang dia akan datanng ke kampungku besok. Mau ngapain dia?? Aku balas smsnya tapi tak dijawabnya. Kemudian aku sms lagi bahwa besok adikku yang akan menjemputnya pake mobil dan Ahmad Cuma menjawab “iya”.
Tidak kusangka ternyata bukan hanya Ahmad yang datang, ada juga ayah dan kedua abangnya dan yang satu orang lagi sepupunya. Ini di luar dugaan. Ku pikir dia Cuma ingin liburan saja. Begitu pikirku.
Setelah selasai makan malam, Ahmad mengajakku ke teras sebentar dan menanyakan apakah aku sudah menikah. Aku jawab sekenanya bahwa aku belum menikah dan Ahmad meninggalkanku lagi untuk kedua kalinya setelah kejadian waktu reunian kemarin. Ahmad meninggalkanku begitu saja setelah mendengar jawaban dari muluku.
Apa maksudnya bersikap seperti itu, batinku mau menangis. Orang yang kusukai datang dan pergi begitu saja setelah mendengar hal yang pasti diketahuinya. Aku bingung dengannya dan duduk saja. Tidak ingin masuk untuk melihatnya.
Kemudian abangnya yang paling tua memanggilku masuk. Aku heran ada apa gerangan, pake senyum sangat lebar segala.
“ada apa bang?” aku bertanya keheranan. “udah,,masuk dulu. Nanti juga kamu tahu adikku…” katanya manis.
Semua orang yang ada di rumah sudah berkumpul, duduk melingkar di atas tikar. Semua hening…dan
Aku tidak tahu harus berbuat bagaiman, aku hanya mengangguk. Do’a ku Ya Allah…
Ayahnya Ahmad melamarku untuk dijadikan istri Ahmad. Ahmad juga menanyakan hal yang sama. “maukah engkau menikah denganku?”
Semuanya mengucap syukur ketika aku hanya mengangguk. Malam itu aku tidak terlau pulas tidur. Kajadian habis adzan isya itu masih terbayang jelas diingatanku bak film yang aku putar berulang kali, dan untuk pertama kalinya Ahmad mengirimiku fotonya yang ada tulisan I LOVE U Emi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s