Aku Ingin Pergi

Pagi ini aku kembali menatap langit yang sama. Berharap pada langit untuk mendengarkan ceritaku.

Tidak muluk-muluk, aku hanya ingin langit menampung semua keluh-kesah ku. Karena langit tidak akan pernah penuh.

Langit yang sama yang kutemui di luar jendela rumah ku. Engkau membawa kedamaian, lapisan awan yang tipis memperindah penampilan mu. Aku selalu berharap bisa seindah dirimu, bisa setinggi dirimu.

Setidaknya aku ingin punya sayap supaya bisa menikmati ketinggianmu.

Langit, aku tidak sanggup berjalan di bumi, angin nya terlalu kencang, bumi bertabur duri sehingga kakiku sering terluka. Aku meringis karenanya.

Bumi aku ingin terbang, tetapi Sang Pencipta tidak mengizinkan. Dia menegaskan aku punya tangan dan kaki. Aku tidak sanggup Dia bilang sanggup. Aku tidak sehat Dia bilang aku sehat.

Langit, aku ingin pergi. Pergi jauh sebelum fajar menyingsing, jauh sejauh mata memandang.

Tetapi tahukah engkau langit, setiap kali aku melangkah ternyata aku masih di bumi.

Sejauh-jauhnya pandanganku ternyata masih tampak batas lautan.

Langit, warnamu masih saja sama tetapi matahari sudah terlalu panas.

Aku ingin pergi ke tempat yang bukan seperi bumi. Supaya kakiku tidak berdarah, supaya aku tidak terhuyung -huyung oleh angin.

Langit, masihkah engkau mendengar cerita ku, atau engkau sedang mendengar cerita orang lain.

Engkau selalu diam saat aku menghampirimu.

Langit, aku benar-benar ingin pergi.

Waiting For You part 2


Nuna, masih lama di korea kan?  Besok kita jalan lagi ya. Pinta sungjong. Aku hanya tersenyum menimpali ucapannya. Aku ingin sekali berlama-lama di sini tapi tidak bisa, besok hari terakhir nuna di korea. Aku mencoba menjelaskan. Semua tampak diam, keaadaan tiba-tiba menjadi hening. 

Ya, its ok. Lain kali kamu kan bisa datang lagi, tidak dalam rangka program acara lagi tetapi sendirian, iya kan, its ok its ok,,, sung yeol mencairkan suasana. Ya, mari kita selesaikan hari ini dengan bersenang-senang. Lanjutnya lagi.

 Hari ini berakhir begitu saja. Aku tidak tahu aku bahagia atau bersedih dengan ucapan sung yeol tadi, tapi itu benar. 

Kalian pulanglah duluan biar hyung mengantar rara nuna dulu, woohyun jaga mereka semua, aku serahkan padamu. Hati-hati di jalan. Sungyu menyerahkan tanggung jawab kepada woohyun.

Kalian juga hati-hati di jalan, kata woohyun. 

Nuna, besok kita tidak bisa bertemu lagi. Besok kami harus kerja, kapan kita jumpa lagi? Aku akan sangat merindukanmu. Sung jong memegangi tanganku seolah tidak ingin berpisah. 

Lain kali kamu harus datang sendirian. Ungkap el yang tiba-tiba berbicara.

Ya, aku kan lebih tua dari mu, mana tuturmu. Aku mengingatkan el. El kelahiran 92 sudah jelas kalo dia adik an ku. Semua tertawa mendengarnya,, 

Kamu sok dewasa hyung,,hahaha… 

긑 …

Di depan hotel. 

Rara ssi, aku… 

Baru saja aku menoleh ke arah sunggyu dia langsung memelukku.

Maaf, aku akan sangat merindukanmu. Jangan lupakan aku ya..  Ungkap sunggyu yang membuatku tersenyum. 

Tentu saja, im your inspirit, right. Haha.. Aku berlalu meninggalkannya. 

Besok atau lusa kamu pergi? Tanyanya lagi

Besok jam 6 sore. Semoga konser besok lebih sukskes lagi, maaf aku tidak bisa menyaksikan pertunjukan kalian, aku akan melihatnya di youtube. Dont worry, i always love infinite. 

Bagaimana denganku? Apa kamu mencintaiku juga. Pertanyaannya membuatku harus menoleh lagi ke belakang. 

Apa maksudmu, yang benar saja aku mencintaimu dan semua member. Selamanya. Aku melemparkan senyumku ke arahnya. 

Jangan membuat perpisahan ini begitu berat oppa. Hampir saja aku menangis dibuat orang yang satu ini. Tapi kalo direnungkan kapan lagi aku akan ke korea, mungkin saja ini yang pertama dan terakhir. Tentu saja ini sangat berat. Aku tidak mampu untuk pergi dalam waktu dekat. 

Tapi ini sangat berat rara, sung jong juga,,, apa kamu akan meninggalkannya seperti itu. Semalam dia banyak diam hanya untuk bertemu denganmu. Belum pernah ada fans kami yang sepertimu,,aku,, aku bahkan tidak mengerti apakah aku menganggapmu seorang fans atau seseorang yang sangat berarti bagiku. Sunggyu mencoba menjelaskan. 

Jangan seperti itu oppa, jangan libatkan sung jong. Apa maksud mu dengan berbicara seperti itu? Aku tidak mengerti kenapa dia seperti itu sekarang, aku  rasa aku biasa saja. Aku sama seperti fans yang lainnya. Aku bahkan lebih banyak diam. Tidak bisa berbahasa korea dengan baik, aku bahkan fans terburuk yang pernah ada. Tidak seperti yang lain bersusah payah belajar bahasa korea demi bisa ngomong dengan idol mereka. Aku bahkan tidak selalu update untuk membeli setiap album terbaru. Aku bahkan jauh lebih buruk dari mereka. 

Aku memang membuat sunggyu lebih spesial di hatiku, tetapi kurasa aku tidak pernah memperlihatkannya. Jadi bagaimana mungkin aku langsung meng-iya-kan perkataannya. Apa lagi dia menggunakan sung jong sebagai alasannya. Aku menganggap hal itu agak berlebihan. 

Rara ssi, kamu  harus menjawab pertanyaanku. Siapa sebenarnya yang paling kamu sukai diantara kami bertujuh? 

Deg!! 

Bagaimana mungkin. 

Aku menoleh lagi ke belakang kemudian tersenyum meninggalkannya. 

Setelah itu aku tidak tahu lagi. Aku terus menyusuri lorong-lorong hotel kemudian masuk ke kamarku. Mendengar ucapan synggyu tadi membuatku merasa resah. Aku tidak bisa menahan perasaanku seperti ini, tetapi tidak mungkin terjadi, fikirku. 

Malam hari berlalu tanpa berbekas dengan mimpi. Aku terlalu lelah, tetapi aku tetap keluar untuk membeli oleh-oleh. Aku menyusuri jalan sendirian. Di saat seperti ini aku membutuhkan seseorang. Maksudku seseorang yang spesial. Ah sudahlah,, aku tersadar dari lamunan ku. Ternyata telah banyak toko yang telah aku lewatkan. 

Bug!! 

Oh God. Rintihku. 

Aku ingin bersamamu untuk hari terakhir mu di Korea. Aku harap kamu tidak marah. 

Aku pandangi wajah nya dengan dalam tanpa mendengar apa yang diucapkan nya. Aku sangat senang dan sangat merindukan mu, aku berkata dalam hati dan air mataku pun menetes begitu saja. Sunggyu berdiri di depan ku membuatku berdiri kaku tidak bergerak. Tanpa kata-kata lagi sunggyu langsung memeluk ku. 

Sunggyu ternyata memberi tahu member lain kalo dia dan aku sedang ada di bandara. Dalam hitungan menit mereka telah berkumpul untuk melepas kepergianku. Untuk terakhir kalinya aku masih mencoba untuk bersikap biasa saja. 

dan air mataku ku pun berderai. 

Nuna, nan neol gidarilkkaeyo,, ungkap sung jong bersamaan dengan anggukan yang lainnya. Sungyeol mendekati ku kemudian memeluk ku, sering-seringlah memberi kabar, kamu adalah yang spesial walaupun dalam satu hari. 

Nuna, ,, el langsung memeluk ku dengan berburai air mata. Yang satu ini memang agak cengeng sehingga aku langsung memeluknya. Aku tersenyum melihat tingkah nya. 

Ya,, jangan lupakan kami, rara ssi, kata hoya, dan langsung memeluk ku, kemudian di susul woohyun dan dongwoo memeluk ku dengan sangat erat. 

Aku akan sangat merindukan kalian semua. Maaf tidak bisa menyaksikan pertunjukan kalian untuk nanti malam. Aku harus pulang, aku adalah inspirit. 

Sunggyu mengantar ku hingga ke batas pengantaran. Rara ssi, kamu harus menjawab pertanyaan ku yang terakhir. Siapa yang paling kamu sukai diantara kami bertujuh? Aku tidak menjawab secara spesifik, i’m inspirit jawab ku singkat. Seperti yang telah aku jawab sebelum nya. 

Aku melihatnya di matamu tetapi aku ingin mendengar langsung dari mulutmu. Kata sunggyu melanjutkan. Siapa yang… 

Aku langsung memotong perkataannya, kamu yang paling aku suka tetapi apa dayaku aku wanita biasa dan seseorang inspirit. Tidak boleh bagiku mengatakan hal seperti itu di hadapan member lain. Aku akan sangat merindukan mu my sweet leader. Aku tidak sanggup menahannya lagi dan terus menunduk. 

Apa kamu mencintai ku? Kata sunggyu lagi. 

Pabo, aku hanya menjawabnya dengan singkat. 

Lihatlah semua Member memperhatikan kita. Jadi jawab dengan cepat cinta atau tidak?  Tanyanya lagi. 

Oppa, aku sudah menjawab pertanyaan mu. Aku terbata-bata menjawab pertanyaannya. 

Jangan memendam nya sendirian ya,, aku akan menelponmu, berangkatlah hati-hati. Ucap sunggyu. 

###

Bagiku ini terlalu singkat, aku meninggalkan cintaku dan sangat berat banget rasanya. Satu hal yang membuat ku masih bisa tersenyum adalah kata-kata terakhir yang diucapkan sunggyu bahwa dia akan menungguku, jika dalam satu tahun aku tidak datang ke korea maka dia yang akan datang. 

Dan,,, satu momen yang tidak bisa aku ceritakan di sini. Selamanya kan tetap begitu. Hmhm.. 

Cintaku aku juga menunggumu.. 

The end. 

Thanks for reading.

Waiting For You My Love

Sudah Lama aku menunggukan hal ini. Menang undian adalah hal yang sangat sangat tidak pernah kuduga. Ku tatap luar jendela pesawat. Aku merasa sangat bahagia,  aku hanya tersenyum sendiri.  Hahaha..  Celetukku dalam hati.

Ini pertama kalinya aku berangkat ke luar negeri sendiri tanpa ada halangan. Tidak ada larangan atau semacamnya. Aku sudah mewanti-wanti apa saja yang akan aku lalukan setelah program hadiahnya berakhir.

Oh ya dari tadi aku belum cerita kan kalau aku menang undian berlibur ke korea dan jumpa artis favorit. Itu undian dari majalah langganan aku. Tidak pernah kusangka kalo aku yang bakalan jadi pemenangnya.

Ya tuhan… Infinite… Infinite… Infinite q dengar riuh suara dari dalam gedung, baru saja aku mendengar deru mesin pesawat sekarang berganti dengan gemuruh suara orang, kayaknya lagi ada konser di dalam. Aku berjalan menyusuri lorong yang agak temaram mengikuti tim kru yang telah menjemput aku di bandara tadi. Aku masih belum yakin dengan kejadian hari ini. Bahwa aku menang undian berlibur ke korea dan jumpa artis favorit ku. Semakin dekat dengan sumber suara yang gemuruh tadi aku semakin antusias.

Tanpa ada aba-aba aku langsung disuruh naik. Ku lewati tangga yang sempit dan begitu tiba di atas aku terkejut bukan kepalang. Di depan ku adalah boyband favorit ku Infinite. Para penonton berteriak ada juga yang menangis, entah apa sebabnya menangis aku tidak tahu. Tapi kurasa aku harus tetap santai atau aku akan mempermalukan diriku sendiri di depan ribuan pasangan mata yang menatapku.

Mereka berbahasa korea aku tidak mengerti kecuali kata “sarang” dan “gamsahamnida” yang sering mereka ucapkan setiap akhir konser. Aku hanya bisa melihat mereka dan mendengar mereka bercakap-cakap. Dan ini dari jarak yang sangat dekat, sangat-sangat dekat, dan aku adalah yang paling beruntung duantara mereka yang di bawah panggung sana.

Salah seorang member berjalan ke arah ku. Tap. Dia memegang tanganku dengan erat. Member ini bernama sungjong. Aku tahu dia karena aku melihat profil nya di internet. Sungjong memegang tanganku erat dan tersenyum manis. Seketika itu kembali terdengar suara riuh gemuruh penonton, mungkin karena adegan barusan. Member yang lainnya terus bercakap – cakap. Kemudian mendekat lagi seorang member yang ku tahu adalah leader nya yang bernama sunggyu. Aku harus bisa menahan gejolak perasaanku.

Penerjemah nya meminta ku untuk memperkenalkan diriku yang kemudian aku lakukan. Hal ini berlangsung agak lama. Kemudian pertanyaan berikutnya mereka meminta ku untuk menyebutkan nama mereka masing-masing. Kemudian aku jawab dengan baik. Oh god, sungguh ini pengalaman yang tidak akan pernah bisa terlupakan.

Mungkin aku adalah fans yang biasa saja, aku tidak akan pernah memeluk mereka seperti yang biasa dilakukan oleh fans lainnya. Aku bukan fans yang berteriak kencang saat yang lainnya menjerit histeris. Sunggyu beranjak lebih dekat ke arahku. Aku terlalu gugup.

Ehm… Ehm… Ada satu hal penting yang sangat ingin aku ketahui dari kamu, maukah kamu menjawab pertanyaan ku dengan jujur?

Begitu pertanyaan sunggyu yang diberi tahu oleh penerjemah kepada ku. Aku hanya tersenyum dan menjawab dengan anggukan. Aku bukannya bisu tetapi sakin gugupnya aku tidak bisa bertingkah normal seperti yang telah aku coba. Terlebih lagi karena didekati oleh sang leader.

Member lain mulai menggodaku dengan mencolek-colek bahuku. Hoya, woohyun, dan dong woo yang mencoba mencairkan suasana membuat beberapa aegyo kepada penonton. Hahaha… Mereka sangat kreatif.

Tapi ada juga yang agak diam yaitu el dan sung yol. Biasanya mereka yang sering membuat gaduh penonton, tapi tidak kali ini.

Hei.. Kamu harus menjawab pertanyaanku. Perintah sunggyu yang tiba-tiba mengejutkanku dari lamunan.

Sungguh aku tidak mendengar apa yang ia tanyakan barusan sehingga ia harus mwngulang pertanyaannya.

Diantara kami ber 7,siapa orang yang paling kamu sukai?  Penerjemah menyampaikan pertanyaan sunggyu kepada ku. Aku bingung harus jawab apa. Aku adalah inspirit sejati. Aku menyukai mereka dengan karakter mereka masing-masing. Haruskah aku melibatkan perasaanku di sini. Itu pertanyaan yang sangat sensitif, aku takut nanti di bully sama inspirit yang lain karena hal ini.

Dijawab,, dijawab,, dijawab,,

Suara penonton kembali menggema. Aku hanya perlu menjawab sekenanya kan, tidak perlu melibatkan perasaan kan, ok aku jawab “sung jong”. Semua berteriak, syukurlah aman… Pikirku, karena wajah penonton tampak sumringah mendengar jawabanku dan mereka bertepuk tangan untuk ku. Itu yang kupikir.

Sunggyu nampak diam dan mengangkat bahunya. Entah apa maksudnya, aku tidak tahu.

Kegiatan di panggung bersama infiniti berakhir dengan pelukan hangat dari masing-masing member. Terlebih lagi sung jong yang memeluk ku dengan sangat hangat. Sambil membungkuk mereka mengucapkan terima kasih dan tanda cinta dari woo hyun.

End.

Eits,,, belum berakhir. Ini masih hari pertama aku di korea, masih ada beberapa hari lagi. Aku kan menang undian. Kalian masih ingatkan.

Sebenarnya tidak terlalu menyenangkan jalan-jalan seperti ini. Kemana-mana harus Dijadwalkan,ditentukan harus ngapain aja, seperti mengikuti petunjuk script. Seolah-olah sedang acting. Tapi yang namanya rejeki mungin beginilah jalannya. Aku merenung sendirian di hotel tempat aku menginap. Mau bersenang-senang sendirian tidak bisa karna terikat kontrak acara.

Syukurnya aku diberi waktu bebas selama 2 hari, yaitu di 2 hari terakhir pula setelah itu aku akan diterbangkan kembali ke indonesia. Aku akan memanfaatkan hari ini. Pikirku.

Aku bersiap mau keluar untuk jalan-jalan. Ku raih tas sandangku yang simpel banget yang cukup untuk mengantongi hp,  permen dan uang saku. Baru aku mau melangkah tiba-tiba bel pintu hotel yang ku tempati berbunyi. Siapa ya kira-kira, ini kan hari bebas ku, aku ingun keluar sendirian, aku ingin pergi ke daerah ceongdam-dong yang disebut sebagai kawasan elit. Banyak lagi yang ingin aku kunjungi dengan sendirian. Gerutu ku dalam hati.

Aku melangkah membuka pintu, seorang kru telah berdiri di depan.

Seseorang ingin bertemu dengan anda. Begitu katanya.

Ada apa, bukankah ini hari bebasku, kalo tidak berlama-lama suruh dia masuk. Aku memerintahkan.

Sesaat itu juga kru itu pergi dan seseorang masuk. Bukan seorang tapi satu, dua,,, lho… Rame.. Bertujuh dan delapan sama manajernya.

Ada apa infinite datang kemari, aku menyapa mereka. Sung jong datang berlari menghampiriku. Nuna. ..

Hahaha,,, senang bukan main rasanya, sumpah aku terharu dan pengen menangis.

Apa ini bagian dari program acara juga? Aku tanya sama salah seorang kru yang bernama ryan. Kak ryan cuma geleng-geleng kepala bertanda bahwa ini bukan bagian dari acara.

Manajer infinite mendekat dan menjelaskan bahwa mereka datang karena kehendak salah seorang member yang ingin bertemu denganku. Aku terkejut mendengarnya sebab kalo difikir-fikir fans mereka sudah terlalu banyak bagaimana dia bisa mengingatku yang baru bertemu sekali saja.

Nuna, i miss you. We have to walk around here before you back to Indonesia. Seperti itu katanya sambil menggandeng tangan kananku. Sumpah,, sekali lagi aku syok mendengar penjelasannya yang polos.

Ya, majayo,, thats right. Let’s walk around. Sungyol menimpali. Tumben anak ini bicara,kemarin waktu di panggung dia yang paling pendiam.

Lets go. Ka ja. Ajaknya lagi.

Wahahaha… Ok ka ja. Aku sambut ajakan mereka. But, wait a moment. Manager-nim?

Manajer hanya menyerahkan kunci mobil. Manajer tidak ikut. Ada hal yang ingin dikerjakannya.

Seharian lelah jalan sama mereka, mereka menyantap semua makanan yang dihidangkan di meja.

Hari ini hari bebas, aku akan memenuhi perutku dengan segala macam makanan yang ada di depanku,sudah lama hal ini kunantikan. Hei, tanks for coming here. Ini sangat menguntungkan ku. Juga untuk idenya sung jong. Gamsahamnida. Hahaha… Sung yol tampak bahagia. Wah,, sifat aslinya keluar. Fikirku.

Rara ssi, manhi mogo. Ungkap sunggyu yang duduk tepat di sampingku seperti berbisik. Aku hanya mengangguk dan membalas, you too. Sunggyu tersenyum.

Aku melihat semuanya bersenang-senang. Setelah selesai makan, kami memesan makanan penutup, dalam sekejab sudah terhidang dan kembali memenuhi meja. Gamsahamnida… Ucap kami serempak kepada pelayan yang mengantarkan makanan tadi.

Kami tertawa tak henti-hentinya. Ada saja hal lucu yang keluar dari sungyol dan dongwoo. Mereka sangat kompak. Sakin kompaknya mereka juga kompak membully sang leader yang imut di sapingku ini. Laeder yang malang.

Sesekali terdengar suara “hari ini jangan ada yang berdiet, atau dia akan menyesal esok” kedengaran seperti mengancam tapi ini sangat mengasyikkan.

 

TBC.