Waiting For You My Love

Sudah Lama aku menunggukan hal ini. Menang undian adalah hal yang sangat sangat tidak pernah kuduga. Ku tatap luar jendela pesawat. Aku merasa sangat bahagia,  aku hanya tersenyum sendiri.  Hahaha..  Celetukku dalam hati.

Ini pertama kalinya aku berangkat ke luar negeri sendiri tanpa ada halangan. Tidak ada larangan atau semacamnya. Aku sudah mewanti-wanti apa saja yang akan aku lalukan setelah program hadiahnya berakhir.

Oh ya dari tadi aku belum cerita kan kalau aku menang undian berlibur ke korea dan jumpa artis favorit. Itu undian dari majalah langganan aku. Tidak pernah kusangka kalo aku yang bakalan jadi pemenangnya.

Ya tuhan… Infinite… Infinite… Infinite q dengar riuh suara dari dalam gedung, baru saja aku mendengar deru mesin pesawat sekarang berganti dengan gemuruh suara orang, kayaknya lagi ada konser di dalam. Aku berjalan menyusuri lorong yang agak temaram mengikuti tim kru yang telah menjemput aku di bandara tadi. Aku masih belum yakin dengan kejadian hari ini. Bahwa aku menang undian berlibur ke korea dan jumpa artis favorit ku. Semakin dekat dengan sumber suara yang gemuruh tadi aku semakin antusias.

Tanpa ada aba-aba aku langsung disuruh naik. Ku lewati tangga yang sempit dan begitu tiba di atas aku terkejut bukan kepalang. Di depan ku adalah boyband favorit ku Infinite. Para penonton berteriak ada juga yang menangis, entah apa sebabnya menangis aku tidak tahu. Tapi kurasa aku harus tetap santai atau aku akan mempermalukan diriku sendiri di depan ribuan pasangan mata yang menatapku.

Mereka berbahasa korea aku tidak mengerti kecuali kata “sarang” dan “gamsahamnida” yang sering mereka ucapkan setiap akhir konser. Aku hanya bisa melihat mereka dan mendengar mereka bercakap-cakap. Dan ini dari jarak yang sangat dekat, sangat-sangat dekat, dan aku adalah yang paling beruntung duantara mereka yang di bawah panggung sana.

Salah seorang member berjalan ke arah ku. Tap. Dia memegang tanganku dengan erat. Member ini bernama sungjong. Aku tahu dia karena aku melihat profil nya di internet. Sungjong memegang tanganku erat dan tersenyum manis. Seketika itu kembali terdengar suara riuh gemuruh penonton, mungkin karena adegan barusan. Member yang lainnya terus bercakap – cakap. Kemudian mendekat lagi seorang member yang ku tahu adalah leader nya yang bernama sunggyu. Aku harus bisa menahan gejolak perasaanku.

Penerjemah nya meminta ku untuk memperkenalkan diriku yang kemudian aku lakukan. Hal ini berlangsung agak lama. Kemudian pertanyaan berikutnya mereka meminta ku untuk menyebutkan nama mereka masing-masing. Kemudian aku jawab dengan baik. Oh god, sungguh ini pengalaman yang tidak akan pernah bisa terlupakan.

Mungkin aku adalah fans yang biasa saja, aku tidak akan pernah memeluk mereka seperti yang biasa dilakukan oleh fans lainnya. Aku bukan fans yang berteriak kencang saat yang lainnya menjerit histeris. Sunggyu beranjak lebih dekat ke arahku. Aku terlalu gugup.

Ehm… Ehm… Ada satu hal penting yang sangat ingin aku ketahui dari kamu, maukah kamu menjawab pertanyaan ku dengan jujur?

Begitu pertanyaan sunggyu yang diberi tahu oleh penerjemah kepada ku. Aku hanya tersenyum dan menjawab dengan anggukan. Aku bukannya bisu tetapi sakin gugupnya aku tidak bisa bertingkah normal seperti yang telah aku coba. Terlebih lagi karena didekati oleh sang leader.

Member lain mulai menggodaku dengan mencolek-colek bahuku. Hoya, woohyun, dan dong woo yang mencoba mencairkan suasana membuat beberapa aegyo kepada penonton. Hahaha… Mereka sangat kreatif.

Tapi ada juga yang agak diam yaitu el dan sung yol. Biasanya mereka yang sering membuat gaduh penonton, tapi tidak kali ini.

Hei.. Kamu harus menjawab pertanyaanku. Perintah sunggyu yang tiba-tiba mengejutkanku dari lamunan.

Sungguh aku tidak mendengar apa yang ia tanyakan barusan sehingga ia harus mwngulang pertanyaannya.

Diantara kami ber 7,siapa orang yang paling kamu sukai?  Penerjemah menyampaikan pertanyaan sunggyu kepada ku. Aku bingung harus jawab apa. Aku adalah inspirit sejati. Aku menyukai mereka dengan karakter mereka masing-masing. Haruskah aku melibatkan perasaanku di sini. Itu pertanyaan yang sangat sensitif, aku takut nanti di bully sama inspirit yang lain karena hal ini.

Dijawab,, dijawab,, dijawab,,

Suara penonton kembali menggema. Aku hanya perlu menjawab sekenanya kan, tidak perlu melibatkan perasaan kan, ok aku jawab “sung jong”. Semua berteriak, syukurlah aman… Pikirku, karena wajah penonton tampak sumringah mendengar jawabanku dan mereka bertepuk tangan untuk ku. Itu yang kupikir.

Sunggyu nampak diam dan mengangkat bahunya. Entah apa maksudnya, aku tidak tahu.

Kegiatan di panggung bersama infiniti berakhir dengan pelukan hangat dari masing-masing member. Terlebih lagi sung jong yang memeluk ku dengan sangat hangat. Sambil membungkuk mereka mengucapkan terima kasih dan tanda cinta dari woo hyun.

End.

Eits,,, belum berakhir. Ini masih hari pertama aku di korea, masih ada beberapa hari lagi. Aku kan menang undian. Kalian masih ingatkan.

Sebenarnya tidak terlalu menyenangkan jalan-jalan seperti ini. Kemana-mana harus Dijadwalkan,ditentukan harus ngapain aja, seperti mengikuti petunjuk script. Seolah-olah sedang acting. Tapi yang namanya rejeki mungin beginilah jalannya. Aku merenung sendirian di hotel tempat aku menginap. Mau bersenang-senang sendirian tidak bisa karna terikat kontrak acara.

Syukurnya aku diberi waktu bebas selama 2 hari, yaitu di 2 hari terakhir pula setelah itu aku akan diterbangkan kembali ke indonesia. Aku akan memanfaatkan hari ini. Pikirku.

Aku bersiap mau keluar untuk jalan-jalan. Ku raih tas sandangku yang simpel banget yang cukup untuk mengantongi hp,  permen dan uang saku. Baru aku mau melangkah tiba-tiba bel pintu hotel yang ku tempati berbunyi. Siapa ya kira-kira, ini kan hari bebas ku, aku ingun keluar sendirian, aku ingin pergi ke daerah ceongdam-dong yang disebut sebagai kawasan elit. Banyak lagi yang ingin aku kunjungi dengan sendirian. Gerutu ku dalam hati.

Aku melangkah membuka pintu, seorang kru telah berdiri di depan.

Seseorang ingin bertemu dengan anda. Begitu katanya.

Ada apa, bukankah ini hari bebasku, kalo tidak berlama-lama suruh dia masuk. Aku memerintahkan.

Sesaat itu juga kru itu pergi dan seseorang masuk. Bukan seorang tapi satu, dua,,, lho… Rame.. Bertujuh dan delapan sama manajernya.

Ada apa infinite datang kemari, aku menyapa mereka. Sung jong datang berlari menghampiriku. Nuna. ..

Hahaha,,, senang bukan main rasanya, sumpah aku terharu dan pengen menangis.

Apa ini bagian dari program acara juga? Aku tanya sama salah seorang kru yang bernama ryan. Kak ryan cuma geleng-geleng kepala bertanda bahwa ini bukan bagian dari acara.

Manajer infinite mendekat dan menjelaskan bahwa mereka datang karena kehendak salah seorang member yang ingin bertemu denganku. Aku terkejut mendengarnya sebab kalo difikir-fikir fans mereka sudah terlalu banyak bagaimana dia bisa mengingatku yang baru bertemu sekali saja.

Nuna, i miss you. We have to walk around here before you back to Indonesia. Seperti itu katanya sambil menggandeng tangan kananku. Sumpah,, sekali lagi aku syok mendengar penjelasannya yang polos.

Ya, majayo,, thats right. Let’s walk around. Sungyol menimpali. Tumben anak ini bicara,kemarin waktu di panggung dia yang paling pendiam.

Lets go. Ka ja. Ajaknya lagi.

Wahahaha… Ok ka ja. Aku sambut ajakan mereka. But, wait a moment. Manager-nim?

Manajer hanya menyerahkan kunci mobil. Manajer tidak ikut. Ada hal yang ingin dikerjakannya.

Seharian lelah jalan sama mereka, mereka menyantap semua makanan yang dihidangkan di meja.

Hari ini hari bebas, aku akan memenuhi perutku dengan segala macam makanan yang ada di depanku,sudah lama hal ini kunantikan. Hei, tanks for coming here. Ini sangat menguntungkan ku. Juga untuk idenya sung jong. Gamsahamnida. Hahaha… Sung yol tampak bahagia. Wah,, sifat aslinya keluar. Fikirku.

Rara ssi, manhi mogo. Ungkap sunggyu yang duduk tepat di sampingku seperti berbisik. Aku hanya mengangguk dan membalas, you too. Sunggyu tersenyum.

Aku melihat semuanya bersenang-senang. Setelah selesai makan, kami memesan makanan penutup, dalam sekejab sudah terhidang dan kembali memenuhi meja. Gamsahamnida… Ucap kami serempak kepada pelayan yang mengantarkan makanan tadi.

Kami tertawa tak henti-hentinya. Ada saja hal lucu yang keluar dari sungyol dan dongwoo. Mereka sangat kompak. Sakin kompaknya mereka juga kompak membully sang leader yang imut di sapingku ini. Laeder yang malang.

Sesekali terdengar suara “hari ini jangan ada yang berdiet, atau dia akan menyesal esok” kedengaran seperti mengancam tapi ini sangat mengasyikkan.

 

TBC.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s