Sebuah Inspirasi

​Barusan aku membaca artikel yang dibagikan teman dekat aku, tapi jauh. ???

Maksudnya teman aku itu rumahnya di Tebing. Kayaknya tidak penting ya…huhuhu..

Karena menurut aku ini adalah sebuah inspirasi jadinya aku posting deh. Semoga kalian juga memperoleh sesuatu dari  sini.

Jadi gini cerinya…

Mereka ingin tahu bagaimana memulai sebuah bisnis di mana mereka tidak perlu menginvestasikan sepeser pun.

Singkatnya begini :

“Kalau Anda tidak sudi menginvestasikan satu rupiah pun untuk bisnis Anda, carilah pekerjaan.”

Udah itu doank.

Ya nggak lah… Hahaha

Lengkapnya gini:

“sekarang ini, dengan sedikit kreativitas dan waktu, ada alternatif yang gratis atau ekonomis untuk layanan dan situs-situs berbayar. Mereka mungkin bukan yang terbaik. Namun, setidaknya dengan waktu dan upaya anda bisa meniru layanan berbayar. 

Bukan berarti layanan gratis itu buruk. Hanya saja jika seseorang memakai segala cara dan mengucurkan banyak upaya. Menghabiskan berhari-hari hanya untuk menghemat beberapa rupiah per bulan berarti ia belum siap. Mindsetnya menghambat dirinya sendiri. Oleh karena itu, perkembangannya akan terhalangi.

Kenyataannya, dalam hidup ini, kebanyakan orang cocoknya mencari pekerjaan. Memberikan waktu dan usaha mereka untuk mewujudkan impian orang lain dan gaya hidup orang lain. Karena mereka tidak bisa memutuskan. Tidak bisa melihat manfaat dengan menginvestasikan pada diri sendiri.

Menurut aku tidak perlu malu lah ya dengan pekerjaan kita sekarang. Jutaan orang di seluruh dunia melakukannya, betul banget itu kan… 

Namun jika itu tidak cukup baik bagi Anda. Anda sebaiknya siap. Situasinya seperti ketika Anda hendak duduk di meja makan. Di sebuah acara pesta. Anda bisa duduk bersama amatiran. Yang selalu mengeluh. Tentang ekonomi, Tentang pemerintah, Tentang nasib buruk.

Atau Anda bisa memilih untuk duduk dengan pengusaha hebat. Yang membahas solusi, Menerjang masalah, Terus maju, Lalu bergabung dengan mereka, Anda hanya bisa duduk di satu tempat, anda pun bisa memilih. Di manakah Anda akan duduk? ”

Gitu singkatnya. Jadi kita sendiri yang memposisikan diri kita, mau bagaimana kita dan pilihan kita, kita yang menentukan. Ternyata orang yang menanyakan hal tersebut sebenarnya udah punya usaha sendiri tapi kenyataannya si pengusaha kurang percaya diri sama apa yang sudah ada sama dia. Ckckck ,,, awak mau mulai aja belum karena tidak tahu mau usaha apa (ceritanya aku pengen buat usaha sendiri apa pun itu *yg pntng halal).

Ada juga orang yang seperti ini. Kalau aku lihat kebanyakan orang kalau punya usaha sendiri itu agak bangga diri gitu (bukan berlagak sombong ya), yang aku lihat di kampumpung aku ya… Ya iyalah, kan sebagai bos. Siapa coba yang mau dibawah perintah terus.

Mudah-mudahan suatu hari aku dapat ilham untuk mewujudkan impianku yang masih tergantung di awang-awang. Hahaha…

Mengerti tidak isi artikelnya ???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s