Mohon Bantuan

​Assalamualaikum…Wr..Wb..

Salam sejahtera untuk kita semua, semoga kita selalu dalam keadaan sehat dalam menjalankan aktivitas sehari2 serta selalu dalam lindungan Tuhan YME…amin.
Kami menyampaikan kabar duka bahwasanya telah terjadi kecelakaan tunggal (terjatuh dari sepeda) yang menimpa sahabat kita Septian Prahyuda (Alumni Jurusan perpustakaan FIB USU Stambuk 2012) pada hari Minggu, 22 Januari 2016 sekitar pukul 9 pagi di daerah Simalingkar.
Kondisi beliau saat ini menderita patah 3 tulang belakang dan saraf yg terjepit yang mengakibatkan kelumpuhan mulai dari perut bagian atas hingga ke ujung kaki, dan memar di bagian wajah. Saat ini berada di RSU. H.Adam Malik dan akan dipindahkan secepatnya ke RSU. Sari Mutiara untuk dilakukan MRI dan operasi, tetapi terkendala biaya administrasi. Keputusan dari dokter Spesialis Neurologi Yudha harus segera dilakukan MRI, dan operasi emergency untuk mencari syaraf mana yg rusak/terjepit, dan memasang pen pada tulang belakangnya. 
Dibutuhkan biaya yg cukup besar (belum bisa dipastikan nominalnya) untuk dilakukan operasi, karena Yudha belum memiliki kartu BPJS. Saat ini, Yudha berdomisili di Musholla FIB, dan selama kuliah beliaulah yang dipercaya untuk menjaga mushalah FIB dan Jurusan ilmu Perpustakaan, karena latar belakangnya berasal dari keluarga yg kurang mampu. Hingga sampai tamat kuliah pun beliau menggunakan biaya sendiri.
Untuk itu dimohonkan keringanan hati kepada Abangda/Kakanda seluruhnya untuk dapat membantu Doa dan Biaya untuk meringankan beban saudara kita Yudha agar dapat segara dilakukan Operasi karena keadaannya DARURAT. 
Bantuan dapat langsung dikirimkan melalui Rekening BRI

a.n Ramdani Ardiansyah

No. Rekening 5346-010-0416-4530.
untuk informasi lebih lengkap dapat menghubungi:

Ramdani Ardiansyah (0853-6064-4538)

Aria Wiraga Nasution (0813-9700-2211)
Besar harapan kami agar abangda/kakanda/teman/saudara di seluruh Indonesia berkenan meringankan beban saudara kita. Atas doa dan bantuannya kami ucapkan terima kasih.
#bantusebarkan

Advertisements

Menghilang

Aku tidak tahu alasannya. Tapi pertanyaanku tetap ingin ku tahu jawabannya. Aku sudah cari tiap kata kunci mengenai dirimu di laman pencarian ini. Tetapi tak satu pun yang mengarahkan. Ada sih tapi bukan data pendidikanmu yang aku inginkan makanya tetap aku bilang tidak ada.

Aku mencarimu. Kamu dimana? Aku ingin melihatmu. Bolehkanlah sekali lagi saja aku melihat wajahmu. Aku benar-benar merindukanmu. Benar. Aku benar-benar merindukanmu. Ah,,,jangan – jangan kamu tidak rindu aku. Kamu mungkin sering melihat wajahku berseliweran di dunia maya ini. Tapi tidak denganku. Aku bahkan tidak pernah melihat wajahmu lagi.

Aku benar-benar merindukanmu.

Sangat.

Sangat merindukanmu.

Aku mengetik dengan sangat cepat awalnya. Tapi aku mulai lemas, hatiku terasa sangat sesak ketika aku menuliskan kalimat ini. “aku merindukanmu, bolehkan lah sekali lagi saja aku melihat wajahmu”

Sebenarnya aku juga ingin mendengar suaramu. Tapi aku merasa sangat serakah jika aku sebutkan hal itu lagi. Ya setidaknya aku melihatmu sekali lagi saja.

Email Untuk Kak Nice

​Ini email ku untuk sesepuh kami kak Nice (dibaca: nice, bukan ‘nais dalam bhs. Inggris) yang dituakan ketika zaman nge-kos. Sengaja aku publish buat jaga-jaga mana tau dia gak buka emailnya, jadi ada kemungkinan dia mampir lagi di blog ini untuk kesekian kalinya.


Kak, kak, kak,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,000

Aku baca di timeline gini

“kalau sehari dia g ngasi kabar mungkin dia lagi sibuk,

Kalo seminggu g da kabar mungkin dia keluar kota,

Kalau dia ga ngabari udah satu bulan mungkin dia muak,

Tapi kalau dia ga da kabar juga udah satu tahun

Perlu di jenguk,mungkin dia dah dikubur.”

Ahahaha…. 

Dan kita ga saling ngasi kabar bertahun-tahun.

Masihkah kamu hidup kak…

😄😄😂😂😂😂😂

Untuk Kakak

​Wow wow wow..

Kalo mengenang kembali ke masa lalu sungguh mengerikannya apa-apa yang telah aku alami. Sekarang aku sudah siap menapaki tahun baru yang cerah ini. Sudah 2 tahun bekerja baru beberapa bulan ini aku benar-benar nyaman. Bukan karena ada perasaan sepaham dengannya. Tidak, tidak seperri itu.

Aku benar-benar nyaman sekarang, yang dilakukannya sesuai dengan yang aku lihat. Berjumpa tiap hari di kantor yang sama memungkinkah celah untuk ber ekting sangat kecil, lagian kalau ekting akan ketahuan juga. Kan !

Dia, berhasil membuka pikiranku. Berbeda banget dengan apa yang telah aku alami sebelumnya. Terimakasih, terimakasih atas semua nasehatmu dan dorongan moril yang engkau berikan, aku benar-benar berterimakasih pada Allah karena telah mempertemukanku dengan mu.

Kita seumuran, tapi aku memandangmu dengan hormat sepenuhnya. 

Untuk kak Ujink.