Salah Kira

Sekitar jam dua siang kemarin senin 6-feb-2016 aku ke koperasi desa yang jaraknya 30km dr rumah ku. Memang disengaja karena ada yang mesti aku tanyakan, gak bisa kalau gak langsung. Sampai di tempat aku lihat ada ibu-ibu yang mijit-mijit keningnya, sedang bingung kayaknya. Aku tidak ingin ikut campur dalam masalahnya tapi aku pengen tahu apa masalahnya. Pelan-pelan aku duduk mendekat sedikit, bisa dibilang kalau aku itu sedang “nguping”.

‘jadi Dek, belum bisa la aku ambil pinjaman sekarang? Ah, yang mananya yang betul, jangan la kau tipu aku. Jauh kali aku ke sini lo’ begitu yang ku dengar.

‘iya Bu, karena saldo investasi Ibu belum memenuhi syarat, setidaknya seratus tiga puluh ribu lagi la,,,dua ratus pun gaknya kenapa itu Bu’ kata mbak-mbak kasir yang disitu lembut sambil bercanda.

‘tapi kan udah cukupnya ku hitung, bulan pertama sekian ditambah ini terus ini, mana yang tidak cukup dek? ‘kata Ibu itu lagi sambil menunjuk-nunjuk buku rekeningnya.

Si Mbak ku lihat tersenyum. Sesaat ia mendengarkan Ibu itu kemudian bilang ‘Maaf ya Bu, saldo Ibu ini’ kata si Mbak sambil menunjukkannya sama si Ibu, kemudian melanjutkan ‘sedangkan syarat untuk mengajukan pinjaman adalah sekian, jadi masih kurang kan Bu’ gitu kata Si Mbak.

Aku faham dengan apa yang ditanyakan si Ibu,,faham banget pun. Karena Mamak ku juga pernah seperti itu. Hahaha,,,aku pikir banyak yang salah faham di sini. Tapi ya sudahlah, semua orang yang mau jadi nasabah sebelum bergabung sudah diberi kesempatan untuk bertanya selama tiga bulan penuh. Tapi apalah daya kalau sudah omak-omak kampung namanya “yang ponting copat cairnya” itulah ungkapannya.

Setelah urusan si Ibu selesai masuk antrian berikutnya. Si Ibu belum juga pergi, wajahnya masih tampak bingung. 

Yang aku tahu belakangan ternyata si Ibu sudah punya rencana mau bayar hutang. Si Ibu berani ngutang buat buka usaha mie nya dan menjanjikan akan melunasi hutangnya tepat tiga bulan setelah usahanya jalan dan itu bertepatan dengan hari ini. Si Ibu sudah merencanakan jauh-jauh hari mengenai ini dengan anggapan semua akan berjalan mulus sesuai rencana.

Allah Maha Besar atas segala hambaNya, rencana si Ibu tidak berjalan sesuai rencana dan tidak ada yang bisa disalahkan. Mamakku ku juga pernah mengalami ini, mengalami salah pengertian ini. Jelas-jelas saldo yang tertera di buku rekening memang menunjukkan angka yang pas,,,tetapi tidak sampai seperti si Ibu. Mamak berminat minjam karena belum pernah menggunakan uangnya tersebut sedangkan mamakku sudah mendapat bonus di dalamnya.

Si Ibu menyadari betapa kelirunya ia. Ia berkali-kali melihat buku tabungannya tersebut. Allah adalah sebaik-baik perencana. Jika saja si Ibu menyadari hal ini lebih dulu, maka gak perlu si Ibu buka usaha dengan modal awal hutang kalau akhirnya memang mesti ngutang juga ke koperasi. Atau si Ibu memang harus melalui hal itu agar ia lebih bersabar.

Terimakasih telah baca 😃

Advertisements

3 thoughts on “Salah Kira

    1. Alhamdulillah,,,semoga bermanfaat ya artikel yg tak seberapa itu.
      Btw, di sini sedang gak musim mangga, musimnya jeruk. Gimana cara ngirimnya kalo udah musim mangga? 🙂
      .
      .
      Aamiin,, Allah Maha Benar atas segala keputusannya..

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s