Masa Kecil Part-2

Ini dimasa-aku belum masuk sekolah dasar.

Berati ini kembali kemasa yang lebih lalu lagi ya. Aku tidak bisa menuliskannya menjadi alur maju. Begitu aku teringat langsung aku tuliskan. Karena keseringan kalau aku menunggu untuk berurutan dan tampak sempurna malah gak akan jadi terlaksana. Jadi selamat menikmati ceritaku yang alurnya maju-mundur ini.

Jarak kelahiranku dengan adikku cuma 1 tahun, sehingga kami besarnya sama. Malah besaran dia mungkin karena adikku laki-laki. Adikku cakep banget. Dia visual laki-laki di keluarga kami. Dia mirip Ibuk ku, wajahnya kebarat-baratan persis seperti Ibuku. Yang aku tahu kakekku (ayah dari Ibu) adalah keturunan belanda. Rambutnya merah, kulitnya putih dan matanya coklat muda. Ok. Stop.

Karena kami sebaya, kami sering bersama. Walau aku tinggal bersama nenek dan kakekku, aku cukup sering ke rumah orang tuaku. Aku tidak punya teman bermain sebaya dilingkunganku makanya aku bermain sama adikku. Kami sering tukaran baju. Hahaha,,,

Sebelumnya sudah aku bilangkan kalau aku ini pesolek banget, hobby dandan dan suka baju yang baru-baru, tetapi urusan bagaimana model dan potongan bajunya aku tidak pernah permasalahkan yang penting baru. Udah. Jadi nenekku yang punya kendali memilih baju yang bagaimana untukku. Jadi bajuku hampir semuanya baju kembang. Tahu lah ya…

Parahnya aku sering pakai baju kembang (karena cuma itu yang ada) dan adikku pastinya baju kaos dan celana pendek. Begitu aku sampai di rumah ortu ku langsung kami tukaran baju, adikku suka banget memakai baju kembang ku dan aku sangat suka memakai celana pendek adikku. Juga…adikku sering memintaku untuk melepas sepatu ku, ya itu karena dia suka banget. Jadinya kami juga tukaran sepatu. Dia pakai semua punyaku dan aku memakai semua punya adikku. Setelah itu kami pun jalan-jalan keliling perumahan. 

Adikku PD banget dengan penampilannya, aku sesekali melirik ke arah orang -orang yang mengejek kami. Ada juga yang aku ajak berantem karena mengejek adik ku. Tapi adik ku tidak mempermasalahkannya. Waktu itu aku tidak tahu mengapa orang -orang meledek kami. Yang ku tahu adik ku sangat menyukai baju ku.

Pernah juga waktu itu adik ku memakai gaun ku yang berwarna otak udang juga memakai sepatu hak tinggi ku yang berwarna merah. Kami tertawa bersama sambil bermain di bawah pohon kelapa di samping rumah ibu, ketika adik ku berlari sambil mengelilingi pohon kelapa dia jatuh terus hak tinggi ku patah sebelah rumit nya. Hahaha… Bukannya takut kena marah kami malah ketawa. Aku suruh adik ku mematahkan yang sebelahnya lagi. 

Ini cerita di masa aku belum bersekolah,,,nenek ku sering membuat bubur putri mandi untuk kami. Warnanya putih, hijau dan merah. Indah banget waktu itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s