Terlambat 

Ketika ku bertanya mengapa seperti ini, mengapa harus begini. 

Aku memang tidak pernah berserah padaMu, 

Aku terlalu sombong,

Aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat tanpa ku sadari penglihatan ini adalah pemberian Mu. 

Aku tidak pernah bersedekah, 

Yang orang lain lihat mungkin hal yang mulia, tetapi aku menyadari apa yang aku lakukan. 

Aku tidak pernah mendengar sekeliling ku selama ini.

Seharian hanya mengutuki yang berbicara, tanpa ku sadari sebelumnya bahwa aku lah penyebab keributan. 

Aku tidak pernah tersenyum kepada siapa pun padahal ku tahu bagaimana mereka melembutkan pandangan mereka kepada ku. 

Karena ku pikir mereka ada maunya saja, tidak ku sadari bahwa aku lah yang selalu menyebabkan mereka repot.

Sakit rasanya saat ini. 

Saat dimana aku menyadari bahwa semua telah berlalu. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s