Jodoh Tak Kemana 1

Ini pagi yang cerah, cahaya matahari masuk dari sela – sela gorden putih yang menutupi jendela tempat aku sekarang yang masih terbaring malas. Aku mulai meregangkan otot-otot ku. Dalam sekejap aku sudah berada di kamar mandi. Ku hidupkan keran air hangat dan mulai membasuh muka ku.

Pagi ini aku sudah siap dengan apa – apa yang akan aku lalukan se harian. Aku sudah membuat daftar kegiatan ku jauh hari sebelum aku terbang ke Korea. Oh iya aku lupa bilang ya,, hm… Aku sekarang sedang di Korea. Aku mengambil cuti tahunan yang di berikan tempat aku bekerja. Aku bekerja di sebuah bank Syariah dan sudah dua tahun aku belum pernah menggunakan hak cuti seminggu yang diberikan kepada ku. Itu karena uang ku belum terkumpul cukup dan aku juga belum mau kemana – mana waktu itu. Sekarang tahun ke tiga aku bekerja dan Bapak Pimpinan kembali menawarkannya pada ku. Aku pikir inilah saatnya. 

Aku berangkat seminggu kemudian setelah semua berkas keberangkatan ku cukup dan satu lagi kenapa aku mengambil jatah cuti ku tahun ini, itu karena ini bukan hari libur nasional atau pun hari libur di tempat destinasiku, sehingga aku pikir aku akan sangat menikmati nya. Orang yang berkunjung tidak se ramai musim liburan, aku akan dengan sangat santai bisa menikmati hari libur ku. Nah itu dia poin pentingnya. 

Aku pun menyingkap gorden yang masih menutupi jendela kamarku. Di luar tampak sangat tenang dan nyaman banget di lihat. Hmmm.. Aku ingin cepat – cepat memulai langkahku hari ini. Bagaimana pun aku sarapan dulu, sarapan ala kadarnya cuma telur mata sapi dan dua potong roti tawar. Sebenarnya aku merasa belum makan kalau bukan makan nasi, tetapi beda sekali rasanya sekarang, mungkin karena aku sedang tidak di rumah begitulah pikir ku. 

Aku langsung ke luar dari penginapan dan memulai destinasi pertama ku yaitu taman bermain sepeda yang aku sering lihat dalam drama Korea. Sepedanya aku sewa selama dua jam hanya untuk berkeliling – keliling cantik. Hihihi… Aku sangat menyukai hal ini. Apa aku pindah warga negara saja ya. Hahaha,,, sempat-sempatnya aku berkhayal dalam kondisi sedang mengkayuh sepeda cantik ku. Angin yang menerpa wajahku sangat lembut, rumput tamannya sangat rapi dan tertata, pohonnya juga tidak tampak grasak-grusuk. Hanya beberapa keluarga yang aku lihat duduk di taman. Aku menoleh ke kanan, ku dapati pemandangan yang sangat aku sukai dan aku ingin seperti mereka kelak. Bisa dipastikan kalau mereka sedang piknik. Yang aku lihat mereka adalah keluarga kecil dengan dua orang dewasa dan seorang anak kecil, yang pastinya itu anak mereka bukan… 

Ada beberapa anak muda juga yang bersepeda seperti aku, beberapa berpasangan dan satu – satu sendirian seperti aku. Aku lihat jalanan lurus di depan ku, ku kayuh sepeda ku agak kencang dan menutup mata sebentar untuk menikmati terpaan angin taman ini. Maka nikmat Tuhanmu yang mana kah yang kamu dustai. Itu yang langsung terlintas di pikiran ku. Bersyukur diberikan kesehatan dan kesempatan yang seperti ini sangat WAH… 

Hari masih menunjukkan jam sebelas siang. Sebenarnya ini bukan hari yang cerah secerah Indonesia, udara sangat dingin dan anginnya juga lumayan kencang tetapi tidak sampai membuat tubuhku terhuyung – huyung. Aku sangat menikmatinya, aku mengembalikan sepeda yang aku sewa tadi ke tempat semula. Aku lanjut ke taman untuk duduk sebentar. Di depanku terlihat lautan, lebih cocok di sebut sungai deh. Antara jalan lintasan sepeda dan sungai di batasi dengan pagar besi yang ramping – ramping jadi pandangan mata tidak terganggu sama sekali. Apa mereka sampai memikirkan hal ini juga sehingga sangat asri dan tenang sekali. Entahlah yang aku tahu taman ini selaras banget. Aku kembali menutup mata ku, aku meresapi sentuhan angin yang mengenai wajah dan tangan ku yang tidak terbungkus sarung tangan. Aku hanya mengenakan jaket seadanya agar aku benar – benar dapat merasakan keberadaan dimana aku sekarang. Ah,,, aku sangat menikmatinya. 

Tidak sampai satu jam aku merilekskan tubuh dan pikiran ku di taman aku langsung melanjutkan tujuan ku berikutnya yaitu toko kaset. Tokonya tidak jauh dari situ. Oh iya, aku hanya berjalan kaki lho ya,,, kalau ini di Rantau pasti terasa sesak karena untuk jarak satu kilo an biasanya aku menggunakan sepeda motor. Berbeda sekali rasanya di sini, aki ingin berjalan terus. Iya, aku ingin berjalan terus se harian. Aku tidak langsung menuju rak kaset yang aku ingin beli. Aku berputar – putar dulu, mencoba head set yang di sediakan untuk mendengarkan musik sebentar, ahhh aku benar sangat menyukai hal ini. Toko kasetnya cukup ramai. Pantaslah industri musik di sini hidup banget karena orang yang berkunjung di toko kaset tempat aku sekarang berada tidak ada putus-putusnya. 

Beberapa diantara pengunjung ada yang aku lihat sangat familiar, tubuhnya agak kurus tinggi dan aku pikir setinggi adikku, tetapi tampak kecil. Dia memakai masker hitam, topi hitam, jaket hitam, dan sepatu sneakers. Aku diam – diam memperhatikan kemana tujuannya. Dia berhenti tepat di sampingku, aku bisa melihatnya dari cermin kalau dia cuma memperhatikan rak kaset INFINITE yang ada di depan ku. Aku mengambil dua buah kaset yang aku tidak dapat beli waktu di Rantau. Sekilas dari bayangan di cermin ia memperhatikan ku dan kembali melihat rak kaset tadi. Dia seperti memeriksa sesuatu di rak yang ada di depanku ini. Yang aku lihat dia tidak mengeluarkan tangannya dari saku jaket nya sejak ia masuk tadi. Ah. Itu pasti dia. Aku berpikir keras. Kalau orang lain mungkin sudah heboh, tetapi aku memilih untuk diam. Aku tidak berburu artis KPop untuk berphoto dengan mereka di sini. Sebenarnya penyamarannya sangat kentara, tidak hanya aku yang dibuat untuk memperhatikannya, pasangan mata yang lainnya juga meliriknya. Tapi dia sangat cepat dan segera keluar dari toko itu tanpa membeli atau membawa apa pun. Lagian untuk apa dia membeli kaset nya sendiri. Kan tidak lucu. Setelah pria tadi keluar dalam sekejap pengunjung yang ada di situ langsung bercakap – cakap. Yang aku dapat pahami dari percakapan mereka adalah membicarakan pria yang tadi tepat di sampingku. Sudah aku bilang, dia itu sangat kentara penyamarannya. Aku menyudahi kegiatan ku di toko kaset ini. Aku tidak sadar ternyata selama dua jam aku berada di sini. Dan itu dikarenakan si pria stelan hitam tadi. 

Aku keluar dengan membawa kaset yang sudah aku beli tadi, aku senang sekali… Hihihi.. 

Aku berjalan lagi melewati beberapa toko dan gang kecil kemudian mampir lagi ke toko buku yang ada di sebelah kanan ku. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s