Jodoh Tak Kemana 3

Aku memilih untuk duduk di sudut ruangan dekat dinding kaca yang pemandangannya langsung menghadap pasar, sehingga aku bisa melihat orang -orang lewat. Karena aku merasa sangat lelah untuk langsung berjalan lagi maka aku putuskan untuk istirahat sambil makan dan membaca buku yang barusan aku beli tadi. Aku memesan udon dan tteokbokki, pas banget kan jadi akan membutuhkan waktu yang banyak untuk menghabiskan kedua menu yang aku pesan. 

Seorang wanita seumuran ibu ku datang membawakan baki pesanan ku, lengkap dengan air putih dan pelengkap atau semacam garnishnya. Senyumnya sangat ramah, dia memakai penutup kepala yang diikatkan di belakang kepalanya, celemeknya berwarna pink motif bunga -bunga kecil. Sambil membungkuk ia mengucapkan selamat makan untukku. 

Hampir satu jam lebih aku hanya duduk dan mengunyah makananku. Aku kembali melirik arloji ku, ah sudah sore. Kemudian aku melihat ke arah jalanan yang mulai ramai lagi. Ada banyak anak sekolah yang melintas, ada beberapa orang dengan seragam kantor juga lewat. Aku kagum, sudah sore mereka (anak sekolah) masih sangat rapi dan sangat tertib. Terlintas di benakku betapa jaunya perbedaan yang aku saksikan sekarang dengan kenyataan anak sekolah di tempatku.

Wah,,, beneran aku ingin pindah warga negara rasanya. 

Aku selesai dengan makananku. Sebenarnya masih ada yang ingin aku beli lagi tetapi itu tidak mungkin sekarang. Aku pun memutuskan untuk pulang saja ke penginapan.

Setelah lelah berjalan seharian semalaman aku hanya mengenang kembali apa saja yang telah aku lakukan sepanjang hari ini, ahh menyenangkan sekali. Aku memutar memori ku lagi lagi dan lagi hingga aku teringat dengan peristiwa di toko kaset tadi.

Aku yang sangat dekat sekali tadi dengan pria stelan hitam, matanya… Maksud ku sorot tajam matanya yang sangat sipit yang kalau dipandang seperti sedang mengintimidasi. Ya seperti itu. Aku kenal betul orang itu, bukan kenal sich,,, hanya saja aku mengetahui banyak hal tentangnya di internet karena dia seorang idol, juga dia tadi wangi banget, wangi parfumnya lengket di jaket yang aku gunakan tadi, sayang banget kalau sampai tercuci. Hahaha sampai segitunya.

Kalau jodoh tidak akan kemana. Kututup mataku mengakhiri jalannya hayalanku. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s