Suami Dari Abangku Part. 4

Mana sih orangnya, lama banget. Batin Alya mulai menggerutu. Pasalnya sudah hampir satu jam mereka menunggu. 
Mau menanya bang Juan, Alya jelas gak mau. Paling juga di suruh bersabar. 

“Assalamu’alaykum,,, bang Juan” sapa seseorang yang membuat Alya terpaku karena mengenali suaranya. Alya langsung mendongakkan kepalanya, dan jelas itu orangnya. Orang yang kemarin sering muncul tiba-tiba di pikiran Alya. 

Bukannya menjawab salam malah Alya langsung memanggil “Abi! ”

Gak habis pikir, Alya mengalihkan pandangannya ke arah bang Juan. 

“waalaykumsalam Abi, duduk” kata bang Juan santai. 

“Abi pikir Abi yang kecepatan, eh bang Juan dan Alya udah duluan” abi berkata santai. 

“lho, kita nungguin kamu udah hampir satu jam tau.”sela Alya. 

“hahaha,,, janjiannya memang jam segini kali Alya, abang segaja cepatin karena kamu dandannya lama… Kayak mau melamar kerja.”  agak diam sejenak bang Juan melanjutkan “Abi masih ingat kan sama Alya? Adik abang satu-satunya ”

Ku perhatikan Abi hanya mengangguk dengan wajah datar. 

Alya gak menyangka ini ulah abangnya sendiri. 

“Alya, apa kabar? Lama ya gak ketemu.” Abi menanya dengan nada datar. 

“alhamdulillah baik.” Alya menjawab seadanya. 

“Oh iya bang, kita…”

Bang Juan sama Abi ngomong berdua dan Alya merasa sedang menonton acara debat. Lain halnya di hati Alya, jantungnya gak berhenti dag dig dug. Apa maksud bang Juan mempertemukan kami? Apa bang Juan tau isi hati ku. Tapi Abi kan gak ada rasa sama aku. 

Alya menerawang ke ingatannya di waktu zaman kuliah. 

Abi bukan teman dekat atau teman baikku. Abi dan aku gak pernah terlibat percakapan apa pun bahkan yang kecil pun tidak. Abi selalu dekatnya sama teman dekatku. Tetapi bagaimana pun Abi di antara kami, aku dan Abi gak pernah saling kontak.

Menyesakkan di dada, orang yang aku sukai sepenuh hati tapi gak pernah melirik sedikit pun ke arah ku. Sekian tahun kuliah maka segitulah aku menahan gejolak perasaan ku padanya. Terakhir Abi hilang dari hatiku karena aku menyerah dengan keadaan. Lulus kuliah aku pun mengubur dalam-dalam perasaan ku. Dan sekarang kami dipertemukan lagi, dimulai dari kemarin dalam doa ku Abi terlintas hingga sekarang ia ada di depanku. Dadaku kembali sesak, aku menahan nafasku agar tidak keluar air mataku. Aku mengibas-ngibaskan tangan ku ke wajah. 

“Alya, kenapa wajahmu merah, kepanasan ya? ” pertanyaan bang Juan membuat ku malu. Haduh, ini wajah gak bisa kompromi apa, memerah seenaknya saja. Aku menggeleng menanggapi pertanyaan bang Juan. 

Mau kemana ku taruh mukaku ini. Aku menunduk malu. 

“Alya, ngomong napa, jangan liatin Abi terus” kata bang Juan mengagetkan ku. Perasaan aku tidak memperhatikan Abi, ini akal-akalan bang Juan membuat aku blushing. 

“Alya tidak liatin Abi kok bang, Alya itu nonton acara debat live. Seru” ucap Alya membuat Abi menoleh kepadanya. 

Alya tertunduk, 

“ya elah, pake muka merah lagi” canda bang Juan. 

“Bi, kamu mau kan jadi suami adek Abang? Walau udah berumur tapi masih tetap awet kok” bang Juan terkekeh dengan apa yang diucapkannya. 

“apaan sih bang, Al… ” 

“Alya gak suka sama Abi bang Juan,,” Abi memotong ucapan Alya yang membuat Alya melongo. 

“kalian ini” Alya berdiri mau meninggalkan abangnya dan Abi yang masih duduk menatapnya heran. 

Air mata Alya akhirnya keluar. 

Dengan tatapan yang entah seperti apa Alya meninggalkan mereka. 

Abi mau mengejar Alya tapi ditahan Juan. “udah,, biarin aja. Gak kemana-mana kok dia” 

***

Abang kok tega gitu sih, Alya malu. Apa bang Juan gak tau. Abi juga, kok ngomongnya gitu pula, Abi memang gak peka. Hampir sepuluh tahun aku menahan ini semua semenjak awal kuliah.

Alya meninggalkan mereka dan langsung menuju mobil. 

***

Abi merasa bersalah karena ngomong seperti itu. Tapi apa mau dikata, udah keluar duluan ucapannya, gak bisa ditarik lagi.

Seharusnya Aku gak boleh seketus itu sama Alya, tapi apa benar Alya menyukai ku. 

Abi, melangkah gontai menuju parkiran mobilnya. Kepalanya tertunduk memikirkan apa yang telah dilakukannya.

***

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s