Aku Kembali

Aaaaaaaaaaaa senang sekali rasanya bisa menulis lagi. Ok. jadi begini, di minggu awal bulan September kemarin tepatnya tanggal lima kami ada pencairan dana nasabah dan karena jauhnya perjalanan kami pun tiba di tempat jam dua belas kurang beberapa menit. Di tengah perjalanan kami kena ujan gerimis lagi. Beratnya hari itu masih terasa, udah lah harinya panas menyengat di serang ujan lagi, yang iyanya begitu sampai di tempat eh hujannya malah berhenti total. Kriyuuuuk,,, kode alam dari perut ku memanggil, gak aku sendiri sih yang lain juga. Karena mesti pulang hari itu juga, maka saat itu juga meski kelar kan gitu. Jadilah makan siang ditunda dulu karena perintah atasan, ya nurut ajalah,,,

Haduh maaf ya kalau bahasa yang aku pakai bahasa pasaran dan gak beraturan.

Setelah berbincang – bincang dengan nasabah tadi gak terasa sudah jam dua lewat aja, barulah si Pak Boss teringat makan. Ya Allah Ya Rabb,,,. Memang boss kami ini kalau udah ngobrol lupa waktu. Begitu sampai di rumah makan dekat situ aku udah merasa ada yang aneh dengan perutku. Gak tau rasanya sakit atau perih, cuma aku merasa asam di tenggorokan aku kemudian sendawa terus kayak kekenyangan, gak enak aja. Gak sempat habis makanan ku aku merasa sangat kekenyangan. Karena merasa sempit banget, maaf ya aku membuka pengkait kancing celana yang aku kenakan. Bukannya merasakan lapang aku malah mau muntah ( maaf lagi ya aku sebutin di sini), tersiksa banget, terus perih sangat. Teman di depan ku bilang keringat ku besar – besar. Cuman aku biasa aja, aku hanya ingin cepat pulang biar gak nyusahin di jalan. Ah, pokoknya gak enaklah.

Skip ya.

Besoknya aku masuk kerja kayak biasa, tapi mendadak demam panas dingin pas jam sepuluh pagi, jadilah aku di antar pulang. Awalnya aku akan diantarkan ke klinik dekat kantor tapi aku minta diantar ke rumah aja, aku benci aroma klinik/ rumah sakit juga karena aku punya adik laki-laki seorang perawat. Ternyata dia mendadak tugas menggantikan temannya yang off. >>> skip lagi.

Hingga besoknya aku off karena harus ke klinik juga. Aku positif demam karena kecapean karena flu dan demam gitu. Selama tiga hari aku merasa tidak ada perubahan akhirnya aku kembali lagi ke klinik dengan kondisi yang makin parah, kurus banget, setelah di cek tekanan darah ternyata cuma tujuh puluh ( begitu yang aku dengar kata dokter sama amak aku, jelasnya aku gak ngerti ) dan harus di infus. Syukurlah aku bisa rawat jalan alias boleh di rumah.

Yang memasang infus itu adik ku sendiri, dia sempat memperingatkan supaya tidak menarik tangan secara tiba-tiba, tapi yang iyanya aku gak merasakan apa-apa hingga pemasangannya selesai. Adikku sempat bilang “AJAIB”.

Besoknya nambah lagi penyakitku, pening alias puyeng gak tertahankan. Sangat sakit, kadang gelap gitu. Nah mulai dari situ aku gak bisa melihat layar HP, TV atau monitor apa pun karena sangat silau.

Sejak aku masuk klinik itulah hingga hari sabtu tanggal tujuh Oktober kemarin aku off, dan syukur aku tidak dipecat. Juga aku sudah mulai bisa melihat HP baru kemarin selasa.

Kata Amak ( mama ku) kalau pusing ku datang menyakiti muka aku itu jadi itam pekat banget dan amak langsung menangis karena suara aku pun ilang. Amak gak bisa kemana-mana karena merawat aku tiap hari. Kasihan Amak karena badannya ikut kurus, rambutnya gak terurus, tidurnya gak cukup karena aku cuma terbaring aja gak bisa kemana-mana bahkan mandi pun aku dimandikan sama amak.

Selama sakit aku itu banyak pikiran padahal gak penting gitu sebenarnya, dan sekitar seminggu yang lalu ( aku agak pulih, tinggal oyongnya saja sampai saat ini) aku diberi tahu Amak ternyata aku sakit lambung yang sudah sampai mengenai perutku. Kagetnya aku, tapi itu memang salahku yang tiap hari jajan kopi instan, mie dan itu semua aku lakukan sebelum makan nasi.

Mungkin banyak juga di luar sana yang hobi dan sering makan mie instan dan kopi instan seperti aku, cuma ya ketahanan tubuh tiap orang kan berbeda. Tapi sebelum kalian mengalami hal yang sama kayak aku mending kurang-kurangi deh, dan pande-pande lah ya atur pola makan. Kalau pun gak bisa dihentikan atau dikurangi, lebih baik makan dulu ( jika kalian sama kayak aku yang belum bisa dikatakan makan kalau belum masuk nasi ke perut). Dan sekarang aku jadi cepat lapar, jarak dua jam aku harus makan karena aku lapar. Begitulah jadinya aku sekarang, bentar – bentar makan. Juga karena pening yang panjang itu aku merasa otak ku berguncang setiap kali melangkah dan itu sakit banget, karena rasa sakit itu gerak ku jadi lamban. Tampak kayak dibuat-buat, aku bahkan tertawa, kok aku jadi lamban gini ya geraknya, lamban lah pokoknya dan itu menyusahkan. Wong aku biasanya aktif kesana-kemari lha ini jadi kayak baby yang baru tau jalan.

Sekian cerita ku setelah sebulan ini gak bisa ngapa-ngapain. Semoga ada yang bisa diambil dari cerita pribadi ku ini.

Wassalamu’alaykum. .

Advertisements