DILAN DAN MILEA

Mungkin kalian sudah menontonnya di bioskop, saya sama sekali belum tetapi saya sudah baca novelnya. Dan saya mau bilang bahwa saya tidak suka.

Saya tidak suka sikap mereka yang menyimpulkan sendiri, saya tidak suka sikap si Dilan yang memutuskan sendiri.

Ini di bagian akhir cerita dimana Lea minta putus karena dia fikir si Dilan terlibat perkelahian geng motor lagi untuk membalas dendam kematian temannya itu. Si Lea memutuskan sendiri tanpa mendengar penjelasan Dilan terlebih dulu. Benar saya tidak suka perempuan seperti itu.

Setelah hilang baru menyesal, baru lah menelpon Dilan lagi. Ini bagus, ini salah satu usaha Lea untuk kembali lagi pada Dilan, tetapi di sini Dilannya malah tidak open, padahal butuh. Rindu tapi ditahan.

Kalian apa-apaan sih,,,

Lea seharusnya terus menelpon dan bilang rindu ke Dilan, tetapi tidak terucap.

Dilan menyimpulkan kalau Lea sudah jadi milik orang lain dan mundur, Lea juga begitu, mengira Dilan sudah memiliki kekasih baru dan mengambil langkah mundur juga.

Kalian memang cocok.

Seharusnya.

Tetapi karena sifat kalian sama, jadinya tolak menolak persis seperti magnet yang sama kutubnya akan tolah-menolak.

Arrggghhhh

Saya tidak suka ending yang seperti ini.

Padahal peluang kalian bersama itu lebar. Ini posisi saya sebagai pembaca novel, tetapi jika saya menjadi Lea maka saya juga akan melakukan hal yang sama, karena saya cewek kodratnya menunggu, kalau agresif banget nanti kesannya murahan pula.

Hei, kamu Dilan ku. Ini kode buatmu. Apa kamu membaca tulisan ini?

Tolong jangan seperti Dilannya si Lea ya… saya mohon.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s