Menjadi Mitra PaytrenΒ 

Assalamu’alaykum,,, ketemu lagi dengan tulisan terbaru Nana. Hahaha,,, semoga masih ada yang bisa diambil dari sini ya.. 

Nana nanya dulu nih. Udah pada tau dengan yang namanya Paytren? Udah dong ya, kalau belum tau silakan baca di http://www.treni.co.id dan www.paytren.co id . Nah, Nana tuh baru tau tentang Paytren ini beberapa  bulan yang lalu. Taunya dari IG senior SMA Nana. Dia banyak sekali memposting tentang Paytren, cara-caranya dan manfaatnya.

Paytren ini sudah banyak mitranya. Awalnya karena penasaran dan tanya-tanya deh. Tanpa mikir panjang Nana langsung beli lisensinya dari senior Nana tadi. Kemudian setelah didaftar Nana gak langsung aktif lebih dari seminggu deh,, deposit minimalnya aja pun belum Nana gunakan. Oh iya, Nana menggunakan aplikasi Paytren itu sejak 25 April 2017 kok. 

Ada hal yang tidak bisa Nana terima sampai saat ini. Jadi kan begini, setelah seminggu Nana resmi jadi Mitra kemudian Nana langsung memposting apa aja tentang Paytren di FB, di kontak BBM juga di IG. Rupanya ada teman satu sekolah yang komen dan menanya kepada Nana, yang ternyata dia juga mitra Paytren dan sudah jalan dua tahun, ada juga teman yang sudah tau tentang Paytren bertahun-tahun yang lalu. Padahal nih ya, kami teman dekat lho ketika masih masa sekolah. Sangat disayangkan Nana tidak mengenal hal yang sangat baik ini dari mereka, malahan Nana taunya dari orang asing. Well gak apa-apa, tapi rasanya kesal kenapa mereka diam…? 

Timbul lah pikiran yang aneh dengan mereka. Apa mereka malu ya menjual lisensi, apa mereka gengsi, padahal kan menjual itu halal kok, yang dijual juga lisensi yang multi manfaat banget. Lagian ini MLM termudah yang sangat sangat sangat……  tidak merepotkan, Nana awalnya cuma buat gunain sendiri, tapi kalau ada yang mau didaftarkan sama Nana ya diterima dong dengan rasa syukur. 

Ini aplikasi ada menu sedekahnya, Nana gak perlu diam-diam dari orang lagi kalau mau bersedekah. Maklum lha,,,Nana itu aslinya pemalu, malu karena orang bisa saja dapat dosa hanya karena salah faham sama diri kita, dosa sama mereka jika mereka mengira kalau Nana ini ria dengan sedekahnya, ya gitulah,,, Nana bisa bicara seperti itu berdasarkan fakta. 

Nana menggunakan Paytren ini untuk pemakaian pribadi juga dikarenakan buat nawarin ke teman-teman ( orang lain) atau teman sendiri secara offline itu sering mendapat penolakan,  Jadi Nana manfaatin tuh semua media sosial Nana untuk mengenalkan Paytren, dan itu jauh lebih mudah. Nana tidak mengajak tetapi ada aja yang minta didaftarin supaya bisa pake itu Paytren. 

Gak payah merekrut. Kalau tidak merekrut orang juga gak apa-apa, karena harganya murah banget. Tetapi kalau mau mengembangkan bisnisnya ya silakan cari mitra, cuma 2 orang saja. Mudah kan…yang penting itu sabar dan tetap berusaha ya.. πŸ˜†

Semoga ini bermanfaat, dan wassalamu’alaykum ..

Suami Dari Abangku Part. 2

“kasihan adikmu Juan”.. Mama menjawab sekadarnya 

“aku boleh ikut kan kak? Boleh ya,,, udah lama juga gak keluar, kalo urusan diaini mah gampang itu… ” aku meminta pada kak Mira yaitu kakak iparku. 

“ya boleh dong sayang,” 

“jadi Mama mau kan, urusan disini semoga Allah ngasi jalan keluarnya. Sebenarnya kami berencana cuma seminggu disini.” bang Juan menyebutkan. 

“Mama sich ikut aja,,,”

Aku tau Mama itu selalu saja merindukan abangku yang satu ini, makanya ringan kali jawabannya. Hahahaha… Juga orang tua kak Mira sudah tidak ada, bertambah aja sayang Mama sama kak Mira. Aku lihat kak Mira memeluk Mama sambil tersenyum.

***

Di perjalanan aku banyak melamun, sering aku berfikir apa yang salah dengan diriku. Banyak temanku yang lebih mapan dari aku tapi mereka sudah berkeluarga,,

“Alya,, ”

“ha, iya kak,, ” aku dikejutkan panggilan kak Mira. 

“jangan banyak melamun, banyakin istighfar.. ”

“iya kak, makasih kak ” 

Kak Mira tersenyum kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah putrinya yang tertidur tepat di pangkuannya. 

Sesaat bang Juan membelokkan mobil ke kanan,,

“kita solat dulu ya, udah adzan asar.. ” bang Juan menjelaskan. 

Tidak ketinggalan si kecil pun dibawa, duh tu anak lelap amat tidurnya. Bikin iri aja. 

Dalam doa, ku terkejut dengan bayangan yang tiba-tiba terlintas di benakku. Kenapa tiba-tiba dia muncul.

Aku segera menyelesaikan doa ku, aku amati mama, abang dan kakakku yang masih hanyut dalam doa. Hatiku menjadi gusar karena bayangan tadi. 

“ada apa Alya? ” tanya Mama yang menyadari lamunan ku. 

“oh, tidak Ma, Alya ngantuk Ma,” aku berkelah. 

“kalau ada apa-apa jangan dipendam dek, sakitnya tuh di sini” kak Mira bercanda sambil menunjuk lututnya. 

“haha,, kakak bisa aja deh. Gak ada apa-apa kok kak.. ”

Kami melanjutkan perjalanan. Sekitar lima jam lagi baru sampai di tempat bang Juan. Jauh boook. 

Suami Dari Abangku

Sore itu di bawah langit jingga yang keemasan, duduk sendiri di sebuah kursi panjang yang dilindungi pohon rindang. Aku menatap ke atas menerobos pandangan yang tiada batas. Aku menyesap aroma daun kering yang berguguran. Aku menatap langit tanpa jeda, aku mengabsen tiap awan yang beranjak. Di kursi ini lah aku merasa leluasa untuk mencurahkan semua isi hati ku yang kubuat dalam bentuk tulisan. Kadang ia berupa puisi, kadang juga berupa cerita yang pendek. 

Jauh di lubuk hati ku, aku masih terpikir kata-kata abang ku “wanita yang baik untuk lelaki yang baik”. Sudah cukup lama aku tau kata-kata itu, tetapi baru sekarang aku sadar sepenuhnya akan maknanya. 

Hah,,, aku mengehembuakan nafas berat ku ke atas, ya aku masih menatap langit yang mulai berubah warna lagi. Aku yang masih memiliki rasa ragu dengan dalam hati ku, tetap mengikuti apa yang diajarkan padaku, walau aku sudah tahu itu adalah kewajiban atas diriku. Mengenakan jilbab dan pakaian longgar. Aku tidak pernah merasa mantap dengan pilihan ku ini, tetap aku lakukan demi mendapatkan berkah dalam hidupku dan meraih ridhoNya. Pelan-pelan akan terbiasa, begitu pikirku. 

***

Aku sudah dua tahun resign dari tempat kerja ku sebelumnya, bukan karena perubahan ku ini, tetapi dikarenakan aku harus fokus menjalankan usaha yang sudah aku rintis sejak empat tahun yang lalu. Sebuah butik kecil yang sudah mempunyai cabang-cabang yang kecil juga. Pendapatan dari butik lebih besar dibandingkan dengan penghasilan aku per bulan ketika masih bekerja di luar. Setidaknya itu masih menjadi kekuatan ku sebagai seorang yang belum menikah. 

Aku belum menikah, padahal usiaku menginjak dua puluh sembilan tahun.

Orang lain berfikir mungkin aku pilih-pilih, tetapi asal kalian tahu, aku belum pernah pacaran sekali pun walaupun aku pernah menyukai beberapa orang dalam hidup ku. Juga sampai sekarang belum ada yang mencoba untuk menanya dan melamarku. Yang aku tahu orang-orang bilang udah mundur duluan karena status sosial ku yang berpendidikan juga sudah mapan. Padahal aku sudah menahan hasratku untuk tidak lanjut ke jenjang S2, jadi apa lagi salahku. Aku menjadi mengutuki diri dalam hati. Keinginan untuk berumah tangga bukan karena aku menjadi buah bibir ibu-ibu tetanggaku, ini murni keinginan ku untuk hidup yang sempurna, yaitu hidup berpasangan. Aku tidak punya kriteria seperti apa dan mesti bagaimana, yang aku inginkan seseorang yang penyayang dan bertanggung jawab. 

***

Ini rumah rame bener ya,, pikirku. 

“Assalamu’alaykum Alya,,,” sapa seseorang yang sangat ku kenal. 

“waalaykum salam,,,”aku menjawab salam dari kejauhan. “abang!,,kapan sampe? Kemenakan kecil aku mana Bang? ” aku melanjutkan setelah ku tau ternyata abang ku Juan yang datang. 

“baru aja,,,tuh masih di depan sama kakakmu. Mama mana? ” abang cuma nyosor langsung masuk mencari mama di dalam. 

Huh, abang selalu saja gitu, gak rindu sama aku, cuma mama dan mama. Padahal kan aku adik satu-satunya abang. 

“Alya,,, tante Alya,,, kami datang” suara kakak aku menyeruak memecah lamunanku. 

Itu dia yang selalu aku rindukan. Kakakku yang cerewet dan heboh, dan anaknya yang super imut.

“iya kakak…”aku berlari menghampiri kakak iparku yang edisinya terbatas.

Waduhhh kalau udah ada kakak di rumah senangnya hati ya Allah,,,  biasanya cuma ada aku dan mama, ayah sudah pergi menghadap Rabb sejak dua tahun yang lalu. Sedangkan abang setelah selesai kuliah langsung diterima kerja di luar sehingga sangat jarang pulang ke rumah, jadi bisa dibayangkan gimana sepinya rumah dan hati mama yang selalu rindu dengan abang. 

“kakak,, Alya rindu sama kakak la, capek gak kak di perjalanan.. “aku menggelendot di lengan kakak ku ini, kakak cuma senyum kemudian menggeleng. 

“kakak kalau perjalanannya ke rumah sini mah gak akan ada capek-capeknya. Selalu excited, lihat ni Al kakak bawa apaan..yang ni bawa untuk mama, trus plastik yang hitam tarok di kulkas ya,” kakakku menjelaskan panjang lebar beban oleh-olehnya, padahal aku lihat jelas sekali capeknya dia. Tidak ku lupa langsung ku raih kemenakan ku satu-satunya juga sekalian barang bawaan kakakku. 

***

Di ruang tengah kami berkumpul, kakak datang dari dapur membawa buah dan gorengan yang dibuatnya tadi sore. 

“Ma, jadi gimana nih si Alya yang masih betah melajang..apa gak ada yang datang? Setidaknya ada yang menanya gitu Ma? ” mulai lah si abang membuka topik sensitif bagiku. 

“gak tau Juan, Alya gak ada cerita sama Mama juga. Trus yang datang juga gak ada. Tau sendiri kan teman adikmu cewek semua” mama menjelaskan pada abang. 

“yahhh, kalah dong dibanding aku Ma, aku belum lagi lulus SMA udah banyak yang mau melamar dan datang ke rumah” kakak ikut dalam percakapan. “padahal cantik an Alya dibanding kakak, ” lanjutnya lagi. 

“hahaha,,, Alya terlalu judes makanya gak ada yang berani” bang Juan mengejek ke arahku. 

“Aa apaan sich, masa adeknya digituin. Nanti tambah drop loh Alya nya.” kakakku memang tau banget penderitaan ku. 

“gak apa-apa kak, udah biasa.” aku pasrah dengan pembicaraan mereka. 

“Ma, ke tempat kakak ya Ma. Rencananya kami seminggu di sini, Aa Juan gak bisa lama-lama libur.” aku mendengar kakak langsung bicara langsung pada intinya. 

“mau ya Ma, Juan selalu rindu sama Mama juga Alya” bang Juan bersuara. 

Hening…

“Kasihan adikmu Juan,,” mama menjawab singkat. 

Cerita Tarawih

Assalamu’alaykum,,,

Gak terasa ya puasa sudah lewat seminggu, tapi baru dua hari Nana sholat tarawih di masjid besar dekat rumah. Puasa sih lancar, cuman karena sakit kerumut selama seminggu membuat kepala Nana terasa sangat pusing walaupun cuma mau menoleh ke samping atau hanya sekadar menunduk, persendian Nama ngilu sangat dan gak sanggup berdiri lama-lama. 

Nah sekali kan tarawih malah dapat kejadian yang aneh. Ini entah Nana nya yang salah dengar atau apa, kalau Nana dengar imamnya sudah bilang “witir” gitu ya kan, dan semuanya langsung bangun dari sajadah karena mendengar kata witir itu tadi, terutama anak-anak yang juga gak kalah semangat karena kalau sudah masuk witir maka sholat akan berakhir. Eh ternyata bukan pemirsa. Ternyata belum saatnya witir, masih ada dua rakaat lagi tarawih baru masuk witir setelah do’a. 

Karena kejadian itu kami pun pandang-pandangan dari kanan sampe yang kiri juga, karena heran. Dan yang iyanya kemarin juga pernah begitu. Positif aja lah,,, mungkin imamnya keenakan baca ayatnya kali ya,, atau mungkin sholatnta terasa singkat. Padahal sholat tarawih di tempat Nana itu sebanyak dua puluh tiga rakaat yang terdiri atas tarawih ditambah witir. 

Walaupun paling banyak rakaatnya dibanding masjid yang lain, masjid besar ini tetap menjadi favorit lho… Masjid nya putih, kubahnya warna hijau, terus pagar besinya berwarna emas. Ada kaligrafi tiap sisi dinding atasnya, tidak pakai AC, cuma kipas angin besar di ke empat sisinya. But WAW… Oh iya, namanya Masjid An-Nur. Kami biasa menyebutnya “Masjid Raya”, “raya” sendiri berarti “besar” dalam bahasa kami sehari-hari, bahasa Melayu Pesisir. Begitu kalau dibilang orang Medan. Keren dah pokoknya. Kalau kalian di sini Nana bisa pastikan kalian akan terus merindukan untuk datang ke masjid raya, dan kalau sudah di masjid rasanya itu lho…sayang banget harus pulang ke rumah. Seperti ada magnetnya.

Wassalamu’alaykum… 

Nell (넬) – 기얡을 κ±·λŠ”ο»Ώ μ‹œκ°„ / Gieokeul Geotneun Shigan / Time of Recollecting my Memories

assalamu’alaykum,,,
ada yang melihat konser Nell kemarin gak ?
kalau Nana udah pasti gak lihat, karena udah keburu pulang kemarin. Diantara lagu-lagu Nell yang paling sering Nana dengerin itu lagu yang ini, ini lagu udah lama banget lupa dah tahun berapa, tapi ini yang paling Nana suka. LAgu-lagu Nell itu dalam banget, gak malu-maluin kalau dinyanyikan. BTW, Nell itu sebuah Band ya, bukan Boyband.

아직도 λ„ˆμ˜ μ†Œλ¦¬λ₯Ό λ“£κ³ 
Ajikdo neoeui sorireul deudgo

아직도 λ„ˆμ˜ 손길을 느껴
Ajikdo neoeui songireul neukkyeo

μ˜€λŠ˜λ„ λ‚œ λ„ˆμ˜ 흔적 μ•ˆμ— μ‚΄μ•˜μ£ 
Oneuldo nan neoeui heunjeog ane saratjyo

아직도 λ„ˆμ˜ λͺ¨μŠ΅μ΄ 보여
Ajikdo neoeui moseubi boyeo

아직도 λ„ˆμ˜ 온기λ₯Ό 느껴
Ajikdo neoeui ongireul neukkyeo

μ˜€λŠ˜λ„ λ‚œ λ„ˆμ˜ μ‹œκ°„ μ•ˆμ— μ‚΄μ•˜μ£ 
Oneuldo nan neoeui sigan ane saratjyo

길을 μ§€λ‚˜λŠ” μ–΄λ–€ λ‚―μ„  이의 λͺ¨μŠ΅ 속에도
Gireul jinaneun eotteon natseon ieui moseub sogedo

λ°”λžŒμ„ 타고 μ“Έμ“Ένžˆ μΆ€μΆ”λŠ” μ € λ‚™μ—½ μœ„μ—λ„
Barameul thago sseulsseulhi chumchuneun jeo nagyeom wiedo

뺨을 μŠ€μΉ˜λŠ” μ–΄λŠ 저녁에 κ·Έ 곡기 속에도
Ppyameul seuchineun eoneu jeonyeoge geu gonggi sogedo

λ‚΄κ°€ 보고 λ“£κ³  λŠλΌλŠ”
Naega bogo deudgo neunkkineun

λͺ¨λ“  것에 λ‹ˆκ°€ μžˆμ–΄
modeungeose niga isseo

그래 μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Geurae Eotteongayo geudaen

μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Eotteongayo geudaen

당신도 λ‚˜μ™€ κ°™λ‚˜μš”
Dangsindo nawa gathnayo

μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Eotteongayo geudaen

μ§€κΈˆλ„ λ‚œ λ„ˆλ₯Ό 느끼죠
Jigeumdo nan neoreul neukkijyo

μ΄λ ‡κ²Œ λ…Έλž  λΆ€λ₯΄λŠ” μ§€κΈˆ 이 μˆœκ°„λ„
Ireohkke norael bureuneun jigeum sungando

λ‚œ κ·ΈλŒ€κ°€ 보여
Nan geudaega boyeo

내일도 λ‚œ λ„ˆλ₯Ό 보겠죠
Naeildo nan neoreul bogetjyo

내일도 λ‚œ λ„ˆλ₯Ό λ“£κ² μ£ 
Naeildo nae norael deudgetjyo

내일도 λͺ¨λ“ κ²Œ 였늘 ν•˜λ£¨μ™€ κ°™κ² μ£ 
Naeildo modeunge onuel haruwa gatgetjyo

길을 μ§€λ‚˜λŠ” μ–΄λ–€ λ‚―μ„  이의 λͺ¨μŠ΅ 속에도
gireul jinaneun eotteon natseon ieui moseub sogedo

λ°”λžŒμ„ 타고 μ“Έμ“Ένžˆ μΆ€μΆ”λŠ” μ € λ‚™μ—½ μœ„μ—λ„
Barameul thago sseulsseulhi chumchuneun jeo nagyeom wiedo

뺨을 μŠ€μΉ˜λŠ” μ–΄λŠ 저녁에 κ·Έ 곡기 속에도
Ppyameul seuchineun eoneu jeonyeoge geu gonggi sogedo

λ‚΄κ°€ 보고 λ“£κ³  λŠλΌλŠ” λͺ¨λ“  것에
Naega bogo deudgo neunkkineun modeungeose

λ‹ˆκ°€ μžˆμ–΄
niga isseo

그래 μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Geurae Eotteongayo geudaen

μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Eotteongayo geudaen

당신도 λ‚˜μ™€ κ°™λ‚˜μš”
Dangsindo nawa gathnayo

μ–΄λ–€κ°€μš” κ·ΈλŒ„
Eotteongayo geudaen

길가에 λ©κ·ΈλŸ¬λ‹ˆ 놓여진 μ € μ˜μžμœ„μ—λ„
Gilgae deong geureoni nohyeojin jeo euijawiedo

물을 λ§ˆμ‹œλ € 무심코 집어든 μœ λ¦¬μž” μ•ˆμ—λ„
Mureul masiryeo musimkho jibeodeun yurijan anedo

λ‚˜λ₯Ό 바라보기 μœ„ν•΄ λ§ˆμ£Όν•œ κ·Έ 거울 속에도
Nareul barabogi wihae majuhan geu geoul sogedo

귓가에 μ‚΄λ©°μ‹œ 내렀앉은 μŒμ•… 속에도
Gwitgae salmyeosi naeryeo ajeun eumag sogedo

λ‹ˆκ°€ μžˆμ–΄
niga isseo

μ–΄λ–»ν•˜μ£  이젠
Eotteokhajyo ijen

μ–΄λ–»ν•˜μ£  이젠
Eotteokhajyo ijen

κ·ΈλŒ€λŠ” 지웠을텐데
Geudaeneun jiwosseulthende

μ–΄λ–»ν•˜μ£  이제 우린
Eotteokhajyo ije urin

κ·Έλ¦¬μ›€μ˜ 문을 μ—΄κ³  λ„ˆμ˜ 기얡이 λ‚  찾아와
Geuroumeui muneul yeolgo Neoeui gieogi nal chajawa

자꾸 λˆˆμ‹œμšΈμ΄ λΆ‰μ–΄μ Έ
Jakku nunsi uri bureojyeo

κ·Έλ¦¬μ›€μ˜ 문을 μ—΄κ³  λ„ˆμ˜ 기얡이 λ‚  찾아와
Geuroumeui muneul yeolgo Neoeui gieogi nal chajawa

자꾸만 κ°€μŠ΄μ΄ λ―Έμ–΄μ Έ
Jakkuman gaseumi mieojyeo

Tanya Pendapat

Assalamu’alaykum,,manteman.. 

Apa kalian sudah baca tulisan Nana yang sampai ada lima part itu. Itu bukan cerpen lho,, itu cerita pribadi. Nana gak tau mau dibuat jadi kategori apa makanya Nana masukin ke kategori “cerpen” deh. Silakanlah kasi komen,, menurut pendapat kalian, atau pengalaman kalian.. 

Kayaknya Nana bakalan jarang menulis deh,, mungkin seminggu sekali. Nana ada target yang harus di capai dalam waktu dekat. Semoga Allah memperkenankan doa Nana.  

Jadi kalau ada yang rindu dengan tulisan Nana, mohon bersabar ya.. Kayak ada aja yang rindu…Nana Nana… 

Hahaha… 

Selamat menikmati tiap hari yang berbeda ini ya, jaga kesehatan, tetap kreatif walau tak aktif?? πŸ™‚ . Semoga target yang kalian buat juga tercapai.. Aamiin Ya Rabb.. 

Wassalamu’alaykum ..

Jodoh Tak Kemana 5

Berteman dengan seorang idol?

Hayo,,, kalian mungkin harus punya wajah seperti aku. Kenapa aku bilang seperti itu. Percakapan kami tadi itu masih ingat kan? 

“aku mempercayai mu, aku bisa lihat dari wajah dan matamu ”

Kalimat itu adalah penutup dari pertemuan singkat kami di bus hijau. Itu dia yang menggunakankannya padaku. Aku hanya berterima kasih dan kami berpisah karena arah tujuan kami berbeda. 

“suatu saat kita jumpa lagi, jangan segan untuk bicara pada ku, kamu bisa percaya pada ku ” dia akhirnya berbicara, itu yang di ucapkannya sebelum berpisah tadi. 

“bye bye cingu ya.. “lanjutnya lagi

“bye bye, jaga kesehatan mu, aku menantikan karya-karya kalian” aku melambaikan tanganku dan dia agak berlari. 

Dia menganggap aku sebagai temannya.

Aku masih terus berjalan. Waktu lima belas menit bisa membuatku bertemu teman baru yang sangat berharga. 

OK, fine. Di sekitar sini banyak menjual alat-alat musik dan toko elektronik. Aku memasuki satu persatu tetapi tidak berapa lama aku langsung keluar, bukan karena tidak ada yang ingin aku beli, hanya saja pemilik atau penjaganya tidak asik. Sederhana banget ya alasannya. Aku mau bertemu orangnya atau alat musik yang dijualnya. Hahaha… Namanya juga pelancong yak… Kagak ape-ape la… Begitu gaya Ust. Yusuf Mansyur kalau lagi ceramah. 

Sorry melarat lagi ceritanya. 

Aku makan dulu, aku memilih untuk makan cheesecake sama hot chocolate saja, karena akan melanjutkan jalan-jalan lagi.

Aku pernah bilang kan kalau wanita Korea itu bak boneka berjalan. Jangankan wajahnya, kuku mereka juga. Ya Allah… Cantik banget mak eeeee.. Nail art nya itu loh… Aku cuma bisa pakai inai, susah kalau pakai kutek mah.

Sebenarnya mereka sangat sopan pakaiannya, bukan seperti yang dilihat di TV, drama atau acara musik gitu. Kebanyakan wanitanya pakaiannya longgar kok, jeans juga panjang. Ini realitanya. 

Aku melanjutkan perjalanan ku yang sudah aku tetapkan arahnya. Aku mencari gitar. Aku sengaja mau beli di sini, aku sudah pernah cari di Medan tetapi tidak dapat seperti yang aku inginkan. 

Aku melewati beberapa toko kemudian menghentikan langkah ku tepat di depan toko yang sebenarnya modern banget tetapi terkesan antik. Aku masuk ke dalam, yeokshi… Penjaganya biasa aja, gak langsung tergopoh menghampiri aku, tidak langsung menanya apa yang aku ingin beli. Asik kan,, iya lah,,, gini baru. Pikirku. 

Aku tidak merasa terbebani harus membeli sesuatu di sini. Aku mengangguk ke arahnya yang sedang menyapu pelan. Anggukan ku dibalas kemudian memberi isyarat kepada ku untuk melanjutkan apa yang ingin ku lihat di tokonya.

Tidak berapa lama, dia menanyakan hal serupa dengan teman baru ku yang aku dapat di bus tadi. 

“nona dari mana? ” begitu tanyanya. 

“aku dari Indonesia ” aku jawab dengan bahasa Korea yang membuatnya agak kaget dan tersenyum. 

“aku senang anda bisa berbahasa Korea, aku agak kesulitan jika harus berbahasa Inggris.” jawabnya dengan sedikit menggaruk kepalanya yang sepertinya tidak gatal itu. 

“jika anda ingin tahu sesuatu, dengan senang hati akan saya bantu sebisa saya ”

“terimakasih, sebenarnya saya….” aku menceritakan apa yang ada di kepala ku hingga terjadi obrolan ringan diantara kami. 

Sebenarnya pengunjungnya bukan aku saja, ada beberapa pasangan juga. Aku bilang sekali lagi dia itu asik banget, tamu yang lainnya juga diperlakukan sama seperti aku hingga terbentuk satu kelompok yang isinya orang asing semua. Keren kan…. 

Mereka duluan pergi setelah menemukan apa yang mereka cari. 

“nona, sebenarnya aku bekerja di sini sudah lebih dari sepuluh tahun” katanya memulai pembicaraan, kemudian melanjutkan “dulu aku di PHK, toko ini pemiliknya mempunyai sebuah agensi, tetapi tidak ada yang tahu kalau aku tidak memberi tahu ”

“hmmm,,, betah kerja di sini? “aku menanyakannya lagi. 

“nona, tidak ingin tahu siapa pemiliknya?” dia malah nanya balik. 

“tidaklah, untuk apa. Aku hanya ingin tahu, apa yang membuat anda tahan bekerja di sini? Aku sangat penasaran.” aku mengulang pertanyaan ku. 

“itu karena pemiliknya yang sangat baik, sopan dan sangat menghargai orang lain seperti saya ini. 

“tidak ada paksaan, tidak ada membedakan, dia juga yang melatih saya bagaimana bersikap dengan orang baru. Nama saya adalah… ” begitu dia melanjutkan.

Aku banyak mendengarkannya, dan kami saling tukar pikiran. 

Ctak!! 

Pintu toko terbuka sedikit. 

“itu keponakan dari pemilik toko ini ” jelas paman penjaga toko. 

Aku hanya bisa berkata WaW… 

Nikmat Tuhan mu yang manakah lagi yang akan kau dustakan. 

Itu yang terfikir di otakku. 

Aku tahu kalau aku tidak bisa berkedip, hanya tubuhku yang berputar mengikuti kemana arahnya. Aku jelas-jelas melihatnya dari jarak yang sangat dekat menyapa paman itu. 

“nona, anda sangat beruntung bisa melihat salah satu pemilik toko ini.” kata si paman 

“nona,, nona,, anda baik-baik saja? Nona,,, “si Paman menepuk bahu ku yang membuat aku sadar dari lamunan ku. 

“eh iya Paman…aku baik-baik saja. Mimpi apa aku semalam Paman? ” si Paman berhasil aku buat bingung dengan bahasa Indonesia ku yang jelas dia tidak mengerti. 

“hahaha,, saya yakin sekali anda mengenal tuan tadi, karena dia idol” kata Paman lagi. 

Gak usah dijelaskan aku sudah tahu semuanya, bahkan tiap tahun aku mengucapkan selamat hari lahir untuknya di SNS ku.

Aku melihatnya dengan sangat jelas, dia berjalan ke arah aku dan Paman. 

“ada yang bisa kami bantu nona? ” dia bersuara, giginya yang rapi terlihat sempurna. 

Si Paman, menaikkan alisnya dan dengan segera aku kembali menguasai diriku. 

“senang bertemu lagi nona ” katanya 

“iya, itu anda kemarin yang di toko kaset kan yang..yang.. Topi. Jaket. Hitam ” ketahuan sekali aku gugupnya. 

Dia hanya tersenyum.

“kenapa tidak berteriak seperti yang lainnya? ” pertanyaan itu lagi, tadi di bus pernyataan dari idol cewek bahwa ia senang karena aku tidak histeris dan sekarang pertanyaan pula. 

“tidak perlu, aku tidak ingin sakit tenggorokan hanya karena melihat kalian. ” jawaban ku membuatnya dan Paman tercengang. 

Nikmat Tuhan mu yang manakah lagi yang kamu dustakan.

Itu saja yang ada di pikiran ku saat ini. 

Lagi-lagi kami bertukar kontak dan nomor HP sampai SNS, bahkan dengan Paman. 

“jangan bingung Paman, kami sudah bertemu kemarin di toko kaset” kata nya pada Paman karena heran dengan obrolan kami. 

“itu hari pertama saya di Korea Paman ” aku menjelaskan. 

Ooo… Hm… 

Si Paman cuman bergumam 

“aku habis pulang latihan, langsung menuju toko kaset yang dekat taman sungai, Paman” katanya lagi menjelaskan 

“apa kamu tidak histeris? Seingat saya, tuan muda bercerita bahwa wanita…maksud saya anda tepat berada di depan tuan muda waktu itu?” tanya Si Paman

“saya tidak ingin mengacaukan toko kaset itu dengan suara saya, tetapi setelah dia keluar sepertinya Orang-orang menyadari hal itu dan bersuara… “aku menjelaskan. 

Aku mendengar mereka berbicara tetapi aku tidak mengerti apa yang mereka bicarakan. 

Kami tertawa, Paman membawakan minuman botol untuk kami bertiga dan pembicaraan masih berlanjut. 

Aku menceritakan kedatangan ku di Korea adalah untuk mengisi cuti tahunan ku. Aku juga menceritakan keinginan ku untuk membeli gitar yang bentuknya mirip dengan gitar si Juniel penyanyi solo wanita Korea. Semua aku ceritakan hingga tentang teman baru ku yang aku temukan di bus tadi.

“aku punya teman baru, dia junior anda dalam satu agensi, sekarang kami berteman. ” aku memberi tahu dia dan paman. 

“oh ya, mungkin paman juga kenal” paman ikut menimpali setelah meneguk minumannya. 

“paman pasti kenal, dia sendiri yang merekomendasikan aku untuk datang ke toko ini, tetapi ia tidak bercerita siapa pemilik toko ini ” aku menjelaskan lagi pada mereka. 

“dia mempercayaimu, kalau begitu aku juga mempercayaimu.” “paman juga ” mereka bergantian berbicara. 

“aku sudah sangat lama di sini, nanti pengunjung yang lain terganggu. Aku pamit dulu ” aku pamit untuk pulang. 

“besok datanglah lagi ya ” paman meminta ku. 

“maaf paman, besok jam sepuluh pagi aku sudah harus berangkat dari penginapan karena jadwal pesawat ku jam satu siang.” aku menjelaskan “terimakasih banyak, kedatangan pertama ku di Korea sangat berkesan, saya akan menghubungi kalian besok lagi” aku meneruskan, ku lihat wajah paman agak kecewa dengan peryataan ku barusan. 

“kenapa tidak dari awal kamu langsung ke sini Nami, Paman sangat senang bertemu dengan nona Nami.” kata paman. 

“saya juga paman” aku jawab. 

“tuan muda, tolong antarkan nona Nami ke halte bus, dan beritahu rutenya.” perintah paman. 

“iya paman, kami pergi dulu.” kami pamit pada paman. 

“hati-hati nona Nami” kata paman lagi, kali ini ia melambaikan tangan ke arah kami. 

“jangan sungkan ya untuk berbicara dengan ku, panggil aku oppa karena aku lebih tua dari mu.” kata oppa pada ku. 

“kalau sudah sampai di penginapan langsung kabari oppa atau paman ya.” perintah oppa lagi. 

“iya oppa, aku mengerti. Salam buat junior oppa ya. Juga salam buat member oppa, jaga kesehatan, aku menantikan karya-karya oppa.” aku pamitan pada oppa kemudian langsung masuk ke dalam bus.

Aku lihat oppa melambai-lambaikan tangannya hingga aku lihat ia menghilang di tikungan jalan. 

Oh iya, haltenya sepi kalau masih jam empat sore, jadinya oppa tidak memakai penyamaran seperti waktu di toko kaset kemarin. 

Ini hari berkesan banget. Aku langsung menuliskannya ke dalam diary ku. Tak lupa pula aku mengabari paman, oppa dan teman baru ku bahwa aku telah sampai di penginapan. 

Baru saja terkirim sms ku, si teman baru langsung menelepon. Kami masih sempat ngobrongobrol panjang, aku menceritakan keberuntungan ku bertemu idol di toko kaset yang juga ternyata adalah keponakan dari agensi mereka sendiri. 

Untuk teman baru ku, aku sangat berterimakasih karena direkomendasikan ke toko alat musik yang sangat spesial banget. Ini perjalanan pertama yang waw dan wah la pokoknya. Terimakasih banyak banyak. πŸ˜„