SAJAK PEMILU

Aku tidak pernah suka dengan yang namanya pesta rakyat sejak kepergianmu waktu itu.
Kan kamu janji kalau kita bakal kumpul seperti yang kamu bilang di telepon.
Tahukah kamu kondisi ku waktu itu?
Aku merasa kosong seketika, tak tau aku cara mengungkapkannya.
Tapi sampai saat ini aku selalu rindu pada mu.
Juga
Terima kasih tidak muncul lagi sesering dahulu.
Bukannya aku tidak rindu
Hanya saja setiap engkau hadir maka aku akan sakit.

Advertisements

Untuk Mama

Assalamu’alaykum …

Ma,, ini aku.

Setelah sekian lama kita tidak bertemu masih kah Mama sama seperti kemarin sebelum aku pergi. Masih kah Mama akan memperlihatkan wajah Mama yang kemarin sebelum aku pergi. Masihkah Mama akan seperti kemarin memperlakukan aku. 

Ma,,, 

Ini aku Ma,,,

Kemarin aku benar – benar mengikuti perkataan mu untuk yang pertama kalinya. Sebelumnya aku pikir Mama hanya berkata saja seperti itu, dan aku pikir jika aku dengarkan berarti aku melawan kepada mu. Nyatanya itu memang keinginan Mama. 

Ma,,, 

Ini aku Ma,,, 

Masihkah Mama menganggap ku ada, setelah sekian tahun kita tidak bersama. Ma,,,aku tidak menginginkan tatapan mata Mama yang seperti itu Ma. Mama… 

Aku tidak ingin di anggap sebagai anak durhaka hanya karena tidak mengikuti perkataan Mama. Tapi apa jadinya jika Mama menginginkan aku untuk diam saja, tidak usah bercakap padahal aku saat itu ada di dekatmu Ma,,, 

Di hati ini tidak ingin mendiamkan Mama hanya karena aku orang yang kaku. Aku memang tidak seperti saudara ku yang lainnya yang dengan senyuman mu saja langsung mengerti apa yang ada di pikiran mu.

Ma,,, 

Aku rindu Ma,,, 

Aku rindu Maaa…

Berpasrah

Assalamu’alaykum,,, 

Berpasrah? 

Benarkah ketika berpasrah segala sendi terasa luruh. 

Pasrah sepasrah pasrahnya.. 

Benarkah langsung berpaling dari yang dipasrahkan.

Ah, mungkin kamu bingung dengan kata-kata ku. 

Diawali semangat terasa hilang 

Di tengahnya kelopak mataku terbuka 

Hingga luruh sendiku. 

Apa makna berpasrah.. 

Berpasrah dibenarkan kah?

Move up 

Maafkan aku yang tidak bisa berlemah lembut seperti lainnya. 

Maafkan aku jika menurutmu sifatku tak semanis senyumku atau tak secantik wajahku. 

Aku sudah memutus urat malu ku mengatakan semuanya padamu, kamu tentu tak menduga akan seperti itu. 

Aku hanya tidak sanggup menahannya lebih lama lagi, sedangkan kamu menganggap aib perasaanmu sendiri. 

Setidaknya aku bisa lebih lega, setidaknya aku tidak akan sakit sendiri lagi atas rasa ini. 

Aku memilih berteman denganmu ketimbang menjauh. Membiarkan rasa ini mengalir mengikuti arus waktu yang bisa saja berubah, entah kapan. 

Mencoba melupakan itu sangat sulit nyatanya. Karena engkau masih saja di depanku berlalu. 

Terlambat 

Ketika ku bertanya mengapa seperti ini, mengapa harus begini. 

Aku memang tidak pernah berserah padaMu, 

Aku terlalu sombong,

Aku hanya percaya dengan apa yang aku lihat tanpa ku sadari penglihatan ini adalah pemberian Mu. 

Aku tidak pernah bersedekah, 

Yang orang lain lihat mungkin hal yang mulia, tetapi aku menyadari apa yang aku lakukan. 

Aku tidak pernah mendengar sekeliling ku selama ini.

Seharian hanya mengutuki yang berbicara, tanpa ku sadari sebelumnya bahwa aku lah penyebab keributan. 

Aku tidak pernah tersenyum kepada siapa pun padahal ku tahu bagaimana mereka melembutkan pandangan mereka kepada ku. 

Karena ku pikir mereka ada maunya saja, tidak ku sadari bahwa aku lah yang selalu menyebabkan mereka repot.

Sakit rasanya saat ini. 

Saat dimana aku menyadari bahwa semua telah berlalu. 

Pelarian yang Sia – sia

Dalam pelarian ku sadari

Engkau sengaja 

Dalam pelarian ku sadari

Engkau tidak menginginkanku 

Dalam pelarian ku sadari 

Engkau telah melupakan ku

Dalam pelarian ku sadari 

Tidak ada aku di dunia mu

Dalam pelarian yang panjang ini

Mengapa baru ku sadari 

Baru ku sadari setelah lewat separuh dunia ku lalui

Baru ku sadari aku berlari engkau anggap sia-sia.

Aku Hanya Harus Berlari kan 

Banyak hal begitu mudah bagimu 

Mengapa bagiku itu terasa sangat sulit 

Engkau melangkah dengan mudahnya

Mengayunkan kaki mu yang jenjang semakin membuatku sangat sulit untuk selalu berada di dekatmu

Aku mengasihani diriku sendiri

Aku merasa sendirian

Aku terus mengejar mu hingga dadaku menyempit dengan deru nafas yang putus – putus 

Tetap saja jarakmu begitu jauh di depan ku. 

Aneh,, 

Aku masih terus mengejarmu

Ada harapan yang besar untuk Sang Kuasa 

Kiranya Ia memberi keajaiban

Aku terus mengejarmu hingga ku tidak sadar ke arah mana engkau melangkah 

Aku hanya harus terus berlari